PidatoBungTomo

Hei hei hei hei… Pada kenal sama Bung Tomo kan? Itu lho, pedagang angkringan di depan kosan. Eh salah…! Bung Tomo tuh adalah tokoh pahlawan nasional yang berasal dari Surabaya. Tanpa bermaksud merendahkan intelejensia lu2 semua, pasti lu2 semua udah pada kenal Bung Tomo dan sedikit banyak udah tau tentang seluk beluk kepahlawanan beliau. Kalo masih lupa juga, coba buka lagi buku2 jaman sekolah dulu.

Bung Tomo terkenal akan keberaniannya untuk mempertahankan kota Surabaya dari serangan kolonial Inggris di waktu itu. Dengan spirit nasionalisme yang tinggi, beliau kobarkan semangat kebangsaan di dada masyarakat Surabya untuk tidak tuduk kepada kolonial Inggris dan untuk mempertahankan diri sampai titik darah penghabisan.

Mau tau isi pidato Bung Tomo yang berhasil membakar semangat masyarakat Surabaya waktu itu? Kebetulan gue punya isi pidatonya nih. Gue lupa dapet dari mana, kalo nggak dari internet ya dari milis. Tapi insya Allah ini terpecaya kok. Berikut kira2 isi pidato Bung Tomo pada Peristiwa 10 November 1945:

Bismillahirrahmanir rahim…                           
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah
menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada
kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan,
menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan
mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe
dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran- pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah
menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang
ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan
pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di
mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja
ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah
koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di
Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin
mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di
Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek
kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari
djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan
mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan
jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang
dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer
daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

 

Subhanallah… Betapa jiwa patriotisme terpancar di sana… Adakah semangat sepert itu sekarang masih ada? Adakah keberanian seperti itu sekarang masih ada?

Kita mencari Bung Tomo-Bung Tomo selanjutnya, Bung Tomo generasi masa kini yang berani berkata tegas terhadap segala intimidasi dari pihak asing. Bung Tomo masa kini yang memilih untuk berjuang memperahankan negara daripada tunduk kepada keinginan pihak asing. Apakah sekarang ini semangat Bung Tomo seperti itu masih ada?

Terima kasih Bung Tomo. Terima kasih rakyat Surabaya. Kalian adalah pahlawan. Kalian adalah manusia2 luar biasa. Kalian adalah syuhada. Semoga rahmat Allah selalu menyertai kalian.

Kalian telah berikan apa yang kalian bisa. Kalian telah berikan apa yang kalian mampu. Kalian adalah guru bangsa. (loh kok kalimatnya mirip iklan PKS? Wah promosi nih… Hohoho…) Kalian adalah inspirator. Kalian adalah teladan bagi rakyat. Kini izinkanlah kami untuk meneruskan segala perjuangan kalian. Segala usaha kalian insya Allah tak kan sia2. Indonesia telah berdiri. Indonesia telah tegak. Dan kami disini akan selalu berusaha untuk menegakkan Indonesia lebih tegak lagi. Akan kami bawa bendera merah putih berkibar tegak menantang di langit biru. Insya Allah…

Dan semoga kita semua bisa berkumpul kembali nanti di jannah­-Nya. Wahai Bung Tomo. Wahai rakyat Surabaya. Rinduku padamu, wahai para pahlawanku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s