FenomenaIkanLouHan

Fenomena Ikan Lou-Han

(Selebritis yang Kesepian)

Lou-Han, semua orang menyukainya. Tubuhnya cerah berwarna-warni. Geraknya anggun lemah gemulai. Sorot matanya menyiratkan kedamaian. Harganya mahal, lebih mahal dari sendal jepit. Makanannya elit, perawatannya sulit, membuat pemiliknya jadi sembelit. Bahkan, selebritis juga kalah ngetop. Gak percaya? Sama, gw juga gak percaya.

Tapi Lou-Han yang ada di hadapanku ini sepertinya sedang kesepian. Ya, bagaimana lagi? Dia hidup di sebuah akuarium yang disekat2 layaknya rumah kontrakan. Dia hidup dikelilingi kaca2 yang membuatnya tersiksa karena dia tak mampu melihat dunia di sekitarnya. Dia sendirian di ruangan yang hanya berisi air, tanpa perabotan lainnya.

Sebenarnya di dalam akuarium itu ada 3 ekor Lou-Han lainnya. Namun mereka hanya mampu saling memandang satu sama lain. Mereka tidak dapat berbincang2, karena emang ikan bisa ngomong? Eh maaf salah tulis. Mereka tidak dapat berbincang2 karena mereka dipisahkan oleh selembar kaca tebal. Walaupun dekat tapi terasa jauh.

Hai Lou-Han dihadapanku, sudah berjam2 aku mengamati dirimu dan selama itu pula, tidak ada yang kau lakukan selain berenang muter2 di rumahmu yang hanya berukuran 1 jengkal x 2 ¼ jengkal x 2 jengkal tanganku ini. Aku sama sekali tidak melihatmu menangis, karena di sekitarmu adalah air, jadi menangis atau tidak, tak ada seorang pun yang tahu. Dan aku tak pernah melihatmu tertidur, karena emang matamu bisa merem?

Menit demi menit telah berlalu, namun dirimu masih tetap sama, berenang muter2 gak jelas. Hai Lou-Han dihadapanku, aku ingin sekali2 mengajakmu berjalan2 ke danau, ke sungai, ke klam ataupun ke pantai, supaya kamu dapat melihat dunia ini lebih luas lagi dan supaya kamu bisa bertemu teman2mu yag lain, entah itu ikan mas, ikan lele, ikan salmon, ikan hiu, ikan paus ataupun Ikang Fawzi.

Hai Lou-Han dihadapanku, kau layaknya seorang bangsawan kesepian yang terkurung di istananya. Hai Lou-Han dihadapanku, kau layaknya seorang selebritis yang dikarantina. Hai Lou-Han dihadapanku, kau seperti terasing di tengah ramainya dunia. Hai Lou-Han dihadapanku, segini saja dulu komentarku tentangmu. Tangan langsingku ini sudah lelah, dan terima kash telah menjadi sumber inspirasiku. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

21 Rabiul Awal 1425 H

11 Mei 2004 M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s