AntologiPuisi

Kagak Tau Judulnya Apaan

Matamu tajam bagaikan pisau

Tanganmu lincah secepat anak panah

Tapi mengapa itu semua

Kau manfaatkan di jalan yang salah?

Sebodoh itukah dirimu?

Mengambil yang bukan milikmu?

Setan-setan tertawa melihatnya

Tidakkah kau malu

Kalau orang tuamu tahu

Anaknya berbuat seperti itu?

Atau mungkin kau ingin

Anakmu juga berbuat begitu?

Takutlah dengan siksa neraka

Penyesalanmu nanti takkan berguna

Benda itu haram kau gunakan

Tidakkah kau menyadarinya?

Kembalilah ke jalan yang benar

Dan berusahalah dengan cara halal

Tak perlu kau putus asa

Karena Allah Maha Pemurah

Hanya itu yang dapat kuucapkan

Untukmu, seseorang

Yang terbuai oleh dunia ini

C-Kink, 11 Oktober 2003

=====================

Semua Tentang HISTERIS

R***** A****, itu namanya

Emang dia ganteng orangnya

Namun badannya terlalu tinggi

Dan juga ceking sekali

Hanya saja dia tak banyak bicara

Yang hanya bicara seperlunya saja

Aneh, seperti itulah dia

Raut wajahnya biasa-biasa saja

Ditemani gitar dan kacamata

Yang selalu setia bersamanya

Alangkah serasinya mereka bertiga

Krismansyah, itulah namanya

Rumahnya berada di Cagar Alam

Ite dan Uti adalah temannya

Sepeda adalah kenangannya sewaktu kecil

Mastur, begitu dia biasa dipanggil

Anak buahnya sangat banyak jumlahnya

Namun dia tetap rendah hati

Seperti seekor ayam di pagi hari

Yang membangunkan manusia dari tidurnya

Andai ia ditindas oleh temannya

Harun akan segera datang membela

Prisman Hasudungan, itu namnya

R***** C-Kink, guru gitarnya

Ikan Louhan meniru model jidatnya

SMU Negeri 3 sekolahnya

Matanya ada dua, tentu saja

Aslinya, Pasaribu adalah nama marganya

Nama yang khas dari Sumatera

Hobinya adalah berburu wanita

Anak kecil pun dilahap juga

Senyumnya memang menawan

Untuk memikat hati perempuan

Dia ingin pulang malam-malam

Untuk berkumpul dengan teman-teman

Namun orang tuanya tidak mengizinkan

Gregetan, pasti ia rasakan

Angan-angannya berlalu semua

Namanya juga hidup, nikmati saja

Triyas Sukmawati, itulah namanya

Rambutnya memang tiada duanya

Ia memiliki rambut di tangannya

Yang terlihat bagai seekor gorila

Akan tetapi, ia adalah manusia asli

Suryadi pun tahu akan hal ini

Suka kentut sembarangan

Uplinya pun berserakan

Kucing adalah binatang yang dibencinya

Makanan, pasti disukai olehnya

Anak kecil sering menangis dibuatnya

Wajah aslinya masih diragukan

Apakah laki-laki atau perempuan

Tetapi apapun yang terjadi

Ia tetap periang dan baik hati

Ega Faris Afif, itu namanya

Gunadi adalah nama bapaknya

Angkot 03 kendaraan favoitnya

Film kartun Jepang ia saksikan

Ada lagu Jepang juga ia dengarkan

Ramah dan pemarah sifatna

Ia suka menampung berbagai masalah

Sayangnya, semua itu bagaikan tempat sampah

Ayu Ismiarti, itulah namana

Yang agak lemot orangnya

Untunglah dia pintar akan segalanya

Ia menaklukkan banyak lelaki

Sampai Nanang bahkan Riandi

Mulutnya tak pernah berhenti bicara

Itulah salah satu keanehannya

Ayi, adalah nama adiknya

Rumah mereka berada di Depok Lama

Tatkala ia ingin satu yang pasti

Izin dari orang tua tidak diberi

Adisty Sekar Yudistari

Dengan tinggi badan seadanya

Ia tidak malu dan tidak berbangga

SMUNSA, disitu sekolahnya

Tempat belajar dan bertemy teman

Yang membosankan dan menjemukan

Senyum selalu terpancar dari wajahnya

Entah itu apa artinya

Keinginannya untuk ikut ‘Ortopedi’

Agar dapat menjadi lebih tinggi

Raihlah apa yang ia inginkan di dalam mimpinya

Histeris, itulah nama bandnya

Imut-imut para personelnya

Studio 19 tempat mangkalnya

True Love lagu andalannya

Ega dan Ayu vokalisnya

R***** C-Kink pemain bassnya

Iman, Triyas dan Adiz gitarisya

Serta Krismansyah Djalu drumernya

C-Kink, 29 Oktober 2003

====================

Gak Ada Kerjaan

Di malam hari yang sunyi sepi

Aku melamun seorang diri

Diiringi lagu berjudul “Yang Terlupakan”

Yang menemaniku saat tak ada kerjaan

Saat ini aku sedang bosan

Biarpun ada PR tapi malas kukerjakan

Ingin sekali kubaca ayat-ayat Al-Qur’an

Tapi aku tak dapat menahan godaan setan

Kembali aku merenung sendiri

Memikirkan apa yang terjadi di esok hari

Diiringi suara merdu Bang Iwan Fals

Membuat badan ini menjadi tambah malas

Aku ingin tidur terlelap

Tapi malam belum terlalu gelap

Aku ingin bernyanyi dan bermain gitar

Tapi suaraku akan membuat orang bergetar

Akhirnya aku memutuskan

Untuk menulis sebuah puisi

Dan puisi yang telah kutuliskan

Sudah dapat Anda baca saat ini

C-Kink, 3 Desember 2003

====================

… … …

Buka matamu…

Buka hatimu…

Buka jiwamu…

Buka telingamu…

Lihatlah dunia…

Lihatlah isinya…

Nikmati keindahannya…

Rasakan apa yang terasa…

Bersujudlah pada-Nya…

Bersyukurlah pada-Nya…

Beribadahlah pada-Nya…

Berimanlah pada-Nya…

Allahu Akbar…

Allah Maha Besar…

Subhanallah…

Maha Suci Allah…

Alhamdulillah…

Segala puji bagi Allah…

Laa ilaa ha illallaah…

Laa ilaa ha illallaah…

Laa ilaa ha illallaah…

C-Kink, 3 Desember 2003

====================

Untukmu

Hei kamu…

Yang lagi berduaan di situ

Kuatkanlah imanmu

Karena setan akan menemanimu

Serta setan akan menggodamu

Melakukan yang lebih dari itu

Dan janganlah kamu berduaan di hadapanku

Karena aku…

Adalah laki-laki yang tak laku-laku

C-Kink, 10 Desember 2003

=====================

Tahun Baru

Tahun telah berganti

2003 takkan kembali

Orang-orang datang dan pergi

Meninggalkan kenangan di hati

Semua itu takkan terulang lagi

Kini di ufuk Timur telah terbit matahari

Tak terasa sekarang sudah bulan Januari

Harapanku di tahun 2004

Semoga imanku semakin kuat

Otakku semakin smart

Dompetku semakin padat

Kemampua bermain bassku semakin hebat

Fisichella menjadi yang tercepat

Ada presiden yang adil terhadap rakyat

Dan tugas-tugas sekolah tidak semakin berat

Tapi jangan dulu kiamat

Selamat tahun baru

1 Muharram 1425 H

C-Kink, 2 Januari 2004

==================

?????

Cinta,

Ada apa dengan Cinta?

“Tidak ada apa-apa,” jawab Cinta

Oh ternyata tidak ada apa-apa

Sudah ya!

C-Kink, 8 Januari 2004

==================

Juventus vs Chievo

(Apa Hubungannya?)

Diriku termenung seorang diri

Duduk di tepi menunggu mati

Akankah datang secercah harapan

Sebuah jalan menuju kebahagiaan

Semua orang tertawa

Semua orang bersuka-cita

Semua orang menikmati dunia

Aku hanya sanggup melihatnya

Saat semua orang berjuang

Aku hanya diam bagai binatang

Saat semua orang berusaha

Aku tetap diam, diam dan diam

Hidup ini penuh cobaan

Hanya yang kuat yang mampu bertahan

Cobaan itu akan tetap datang

Sampai maut datang menjelang

Kini aku kembali sendiri

Bersama rinai hujan yang setia menemani

Dan mungkin di esok hari nanti

Ku kan tetap disini tersiksa sepi

C-Kink, 1 Februari 2003

===================

Aku Ingin Pulang

Telah lama ku berdiri disini

Sendiri, sunyi dan sepi

Menanti sesuatu yang tak pasti

Hanya untuk kebahagiaan duniawi

Aku ingin pulang

Bukan ke rumahku

Bukan ke tanah airku

Tapi kedunia akhirat yang abadi

C-Kink, 10 Februari 2003

====================

Aneh

Detik berganti menit

Menit berganti jam

Jam berganti hari

Hari berganti minggu

Minggu berganti bulan

Bulan berganti tahun

Tahun berganti dasawarsa

Dasawarsa berganti abad

Abad berganti millenium

… … … … …

… Kiamat

C-Kink, 10 Februari 2004

====================

Apalah Arti Sebuah Judul

(Jangan Kau Tanya Judul Puisi Ini)

Pikiran dan perasaan telah berubah

Hilang satu muncul yang lain

Telah lama menanti dan mmencari

Untuk dapatkan satu yang pasti

Dan apa yang terjadi

Setelah terungkap rasa di hati

Malam kembali sunyi sepi

Saling menunggu dan saling menanti

Serta tawa riang yang seakan hilang

Entah apa yang terasa olehnya

Jangankan bersuara

Bertatap muka pun tidak bisa

Kisah ini tak akan ada habisnya

Sebelum berani untuk mencoba

Dan sang waktu tidak mau menunggu

Berjalan terus tanpa pedulikanku

C-Kink, 24 Februari 2004

====================

Puisi Ini Puisi yang Pendek

Hei, kucing manis

Datang dan mendekatlah kemari

Hanya kau yang ada disini

Marilah bersama kita bernyanyi

Dan bila tak ada lagi yang peduli

Aku ingin tidur 100 tahun lagi

C-Kink, 26 Februari 2004

====================

Untuk Engkau Sahabatku

Sahabatku

Walaupun kau tak pernah bercerita

Tapi aku tahu yang kau rasakan

Kita sama-sama sedang menghadapi dilema

Seiring bertambahnya usia kita

Tersisihkan, terlupakan

Tak berani bicara, tak berani menyapa

Cobalah lupakan itu semua

Nikmati saja indah dunia

Bila kau mau

Kau dapat letakkan tanganmu di bahuku

Supaya dapat terbagi beban dirimu

Dan kita ceria kembali seperti dulu

Tidakkah kau menyadari suatu hal?

Kita bagaikan sepasang cermin

Yang saling memantulkan satu sama lain

Walau ku tahu kau lebih bahagia dariku

Tujuan dan cita-cita kita sama

Cara pikir dan sudut pandang pun juga sama

Karena itu, kita akan mencoba

Bersama-sama membela negara

Dan membasmi penguasa yang gila akan harta

Aku akan disisimu

Dan membantumu mencapai keinginanmu

Aku akan disampingmu

Dan membantumu mewujudkan mimpimu

Aku akan dibelakangmu

Bila kau telah dapatkan yang kau mau

Aku akan didepanmu

Bila ada musuh yang datang mengganggu

Dan bila putus asa sudah di depan mata

Serta tiada lagi harapan tersisa

Maka ikutlah denganku

Berjuang berperang demi kebahagiaan

Berjihad fisabilillah menegakkan kalimat Allah

Apapun yang terjadi

Semoga persahabatan ini akan berarti

Tersenyumlah, sahabatku

C-Kink, 26 Februari 2004

====================

Saat Semua Berakhir

Saat semua sudah berakhir

Maukah engkau buka matamu?

Saat semua sudah berakhir

Maukah engkau buka hatimu?

Saat semua sudah berakhir

Maukah engkau buka telingamu?

Saat semua sudah berakhir

Maka cobalah untuk mencoba satu langkah baru

Setiap pertemuan akan mengalami perpisahan

Semua awalan akan memiliki akhiran

Dan saat semua sudah berakhir

Maka kenanglah saat-saat itu

C-Kink, 19 Maret 2004

==================

Pecundang Cinta

(Maafkanku Wahai Gadisku)

Entah sudah berapa bulan lamanya

Kau mengakui bahwa aku cintamu

Dan entah sudah berapa bulan lamanya

Aku tak sanggup membalas cintamu

Aku bukanlah Romeo

Yang rela mati bodoh demi cintanya

Aku bukanlah David Beckham

Yang tetap setia walau cobaan menimpa

Aku bukanlah Krismansyah

Yang berani mencintai walau secara sembunyi

Aku hanyalah aku dan tetaplah aku

Pecundang cinta yang tak mampu memberi arti cinta

Gadisku, maafkan aku

Bila aku tak sanggup membalas cintamu

Gadisku, lupakan aku

Aku tak ingin kau terluka mencintaiku

Gadsku, bukalah matamu

Ada banyak lelaki yang lebih baik dariku

Gadisku, oh, gadisku

Walaupun aku mencintaimu

Walaupun kau selalu di hatiku

Walaupun senyummu hadir di mimpiku

Tapi aku tetaplah pecundang cinta

Yang tak mampu membalas cinta yang kau berikan padaku

Gadisku, biarkan aku sendiri

Aku tak akan sanggup untuk mencintai

Gadisku, terima kasih banyak untukmu

Karena kau rela membuang waktumu

Hanya untuk mencintai diriku

Pecundang cinta tersiksa dalam kesendiriannya

Pecundang cinta mencoba tertawa walau hati terluka

Pecundang cinta tak dapat menjaga cintanya

Pecundang cinta tak akan sanggup menyatakan cintanya

C-Kink, 29 April 2004

==================

Akhir Cerita Kita

Mungkin

Inilah akhir dari segalanya

Semua pertanyaan yang tersimpan

Semua perasaan yang terpendam

Semua kegelisahan yang terasa

Semua kenangan yang pernah ada

Dan semua cerita kita

Seakan telah terhapus semua

Dan terlupakan dari ingatan

Malam ini

Ku merasa sepi

Karena ku disini sendiri

Tanpa dirimu lagi

Memang salahku

Yang selalu diam membisu

Sampai kapan

Ku kan selalu sendiri

Mungkin

Sampai nanti

Sampai kutinggalkan dunia ini

C-Kink, 25 Mei 2004

=================

Tangisan Malam Hari

Alhamdulillahirabbilalamin

Segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semseta alam

Akhirnya…

Malam ini aku menangis

Air mataku menetes membasahi pipi ini

Bukan aku menangis karena menguap

Bukan aku menangis karena tertawa terbahak

Aku menangis tersedu dan terisak

Menangis di tengah keheningan malam

Apa yang kutangisi?

Apakah aku menangisi dosa-dosaku?

Apakah aku menangisi jiwaku yang jauh dari-Mu?

Apakah aku menangisi jasa-jasa ibuku?

Apakah aku menangisi tangan lembut ibuku yang mengusap halus rambutku?

Apakah aku menangisi kedurhakaanku?

Apakah aku menangisi keindahan tiap-tiap ayat dari kitab suci-Mu?

Atau, apakah aku menangisi cinta yang telah hilang dari seorang gadis yang kucintai?

Aku tak tahu

Yang jelas, malam ini aku menangis dan bersujud di hadapan-Mu

Allahu Akbar, Allahu Akbar

C-Kink, 12 Juli 1004

================

Suara-Suara yang Disuarakan oleh Si Penyuara yang Menyuarakan Suara-Suara

Ting ting ting

Denting piano

Jreng jreng jreng

Genjrengan gitar

Tes tes tes

Tetes air hujan

Ring ring ring

Dering telepon

Nong nong nong

Kenongan tukang es

Tong tong tong

Kentongan pak hansip

Crek crek crek

Kecrekan pengamen

Tok tok tok

Ketokan pintu

Cring cring cring

Krincingan uang logam

Pok pok pok

Tepokan tangan

Byur byur byur

Deburan ombak

Dug dug dug

Bedug masjid

Diikuti suara Adzan

Waktunya menegakkan Sholat

C-Kink 29 Juli 2004

================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s