TambahSatuLagi

Setiap harinya, manusia bertambah menjadi semakin tua. Bukan cuma setiap hari, tapi juga setiap menit bahkan setiap detik pun umur kita terus bertambah. Detik demi detik terus berlalu, semakin mendekatkan kita kepada suatu hal yang bernama kematian.

Di bulan ini, khususnya bulan September, aku telah melangkah maju. Bukan melangkah maju menuju suatu kebaikan atau melangkah maju untuk menempuh cita2, tapi melangkah maju mendekati kematian. Kok bisa? Ya bisa duonk… Soalnya di bulan September ini akika berulang tahun lho bow… Huohohoho…

Sebelom berlanjut lebih jauh lagi, mari kita nyanyi2 dulu…

“Happy birthday to you…

Happy birthday to you…

Happy birthday happy birthday…

Happy birthday to you…”

Eh stop dulu. Kita kan orang Indonesia, kok nyanyinya pake bahasanya Cinta Laura sih? Mari kita nyanyi sekali lagi…

“Selamat ulang tahun kami ucapkan…

Selamat ulang tahun kita kan doakan…

Selamat ulang tahun sehat sentosa…

Selamat panjang umur dan bahagia…”

Hore… Plok… Plok… Plok… Plok… Pit piuw… Suiiit suiiit… Cewek godain kita donk… Astagfirullah…

Iya, kira2 begitulah. Hari ini, eh bukan hari ini tapi bulan ini umur ku tambah 1 lagi. Bukan berarti tambah tua, tapi tambah deket dengan kematian. Gak terasa udah +- 20 tahun sejak terakhir kali aku brojol dari rahim seorang perempuan cantik bernama Pudji Indrawati. Tapi itu kalo pake tanggalan Masehi. Kalo pake tanggalan Hijriah mungkin udah 21 tahun lebih dikit, soalnya aku terlahir di bulan Muharram 1408.

Nah, sekarang apakah sebaiknya kita berbahagia atau bersedih? Bukan kita sih, tapi aku doank. Bahagia apa sedih nih? Happy or sad? Hmmm… Kalo pertanyaan itu ditujuin buat aku, mungkin jawabnya adalah bahagia. Eh gak bahagia, sedih kok. Eh bahagia aja. Eh sedih deh. Eh bahagia kali. Eh sedih ah. Eh bahagia tau. Eh sedih lah.Eh bahagaia donk. Eh sedih aja deh. Eh bahagia apa sedih ya? Tanyakanlah pada ayam yang mengeong itu… Meooooong… Ih ayam kok mengeong, ayam kan menggonggong… Guk guk…

Kita kembali lagi ke bahasan awal, atau dalam bahasa Semarangnya, “kembali ke Laptop”. Bulan ini umurku telah bertambah dan kematian semakin mendekat. Apakah yang sudah aku lakukan selama 20 tahun ini? Sudahkah aku memanfaatkan 20 tahun ini dengan sebaik2nya?

Mari kita flashback ke masa2 20 tahun yang lalu. Kita runut satu-persatu dari jaman dulu, dari sejak aku brojol di salah satu ranjang empuk di sebuah rumah sakit di Pasar Minggu, meskipun rumah sakit tempat aku pertama kali menghirup udara dunia itu kini telah tiada, entah tergusur atau diruntuhkan. Tapi yang aku inget aja lho, yang lupa ya biarlah terlupa…

Kita mulai dari umur 0 tahun. Disini aku sama sekali gak inget apa2. Lanjut ke umur 1 tahun. Aku juga gak inget apa2. Terus ke umur 2 tahun. Aku masih gak inget apa2. Lalu ke umur 3 tahun. Aku juga tetep aja gak inget apa2. Duh gimana nih, masa gak inget apa2 sih? Ya sutralah, kita loncat aja ke tahun2 selanjutnya…

Sampe kelas 3 SMP, hidupku masih totally rubbish. Hah apaan tuh totally rubbish? Total = merek air minum kemasan, Rubi = batu permata. Jadi Totally Rubbish = merek batu permata kemasan. Bukan begitu? YA BUKAN LAH, MASA YA BUKAN DONK… Huehehehe, biasa aja kali… Mulan aja Jamilah, bukan Jamidonk. Kalo pusing juga kan sakit kepalah, bukan sakit kepadonk. Ih maksa deh…

Totally rubbish tuh artinya Benar-Benar Sampah. Weits, jangan langsung tutup idung kalo denger kata “sampah”. Apalagi tutup mata. Ya kalo matanya ditutup ntar tulisan ini gak kebaca lah, eh gak kebaca donk.

Udah2, mari kita kembali ke laptop. Jadi intinya, sampe jaman SMP, kehadiranku di dunia ini cuma sekedar nyampah doank. Sampah masyarakat. Ya kira2 begitulah. Sebenernya sih sampe sekarang juga aku masih tetep hanya sekedar sampah masyarakat, cuma gak mau ngaku aja. Huohohoho…

Kita berlanjut ke jaman SMA. Sampe SMA juga sebenernya masih tetep sampah, tapi sedikit demi sedikit aku udah mulai mengerti akan arti kehidupan. Di saat itulah pertama kalinya aku mengungkapkan cita2ku di depan kelas. Waktu itu, cita2ku masih simpel dan membuatku ditertawakan oleh seluruh penghuni kelas. Apa itu? Yaitu aku bercita2 untuk MATI SYAHID. Huahahahahaha… Mari tertawa bersama2…

Tapi itu no problemo. Seiring dengan berjalannya sang waktu, khususnya di akhir2 kelas 3 SMA, aku mulai dapat menentukan arah dan tujuan hidup ku ini. Bergaul dengan tukang minyak bakal membuat kita kecipratan wanginya, sementara bergaul dengan tukang jagal bakal membuat kita kecipratan darahnya, sedangkan bergaul dengan Komeng akan membuat kita ketularan gantengnya. Nah, di kelas 3 ini Alhamdulillah aku berada di kelas yang kondusif dengan makhluk2 di sekitarku yang memnungkinkanku untuk meningkatkan kompetensi diri. Jadilah di kelas 3 ini aku telah mampu membuat semacam Life Planning. Penjelasan mengenai life planning ini telah aku tulis di suatu postingam tersendiri di blog ini.

Plus, di kelas 3 semester 2 ini juga merupakan pertama dan terakhir kalinya aku dapet ranking semasa SMA. Itu pun gak nanggung2, langsung ranking 2. Dan dilanjuti dengan kesuksesan ku meraih nilai UAN tertinggi ke-11 dari +-240 siswa di SMA serta keberhasilan menembus UM UGM di pilihan pertama yaitu Teknik Nuklir. Terima kasih buat temen2 SMA yang telah mampu memberikan lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan potensi diri ini.

Kita berlanjut ke jaman kuliah. Selama tahun pertama kuliah, aku termasuk golongan mahasiswa kupu2, Kuliah-Pulang Kuliah-Pulang. Outputnya, nilai IP ku selalu diatas 3. Semester pertama 3.5, semester kedua 3.13. Nyombong dikit nich…

Tapi ya cuma itu doank, cuma ngefek di IP. Sementara softskill, public speaking, leadership dan lain2nya sama sekali gak terasah. Akhirnya karena sebuah kecelakaan, terdamparlah aku di BEM KMFT UGM, tepatnya di Departemen Kajian Strategis. Nah barulah disini kehidupanku yang sebenarnya dimulai. Aku mulai belajar banyak hal,m mulai dari hal yang sepele sampai hal yang besar sekalipun.

Kini aku telah berumur 20 tahun. Kalo dibandingkan dengan umur Muhammad Rasulullah saw, umur ku udah 1/3 umur beliau. Yang berarti kira2 1/3 perjalanan hidup telah aku lalui. Itu pun kalo aku emang bakalan diwafatkan di umur 60-an. Gimana kalo ternyata malaikat maut menjemput di umur ku yang ke 21? Atau bahkan nyawaku telah diambil persis setelah aku menyelesaikan tulisan ini?

Tapi gak peduli seberapa banyak sisa waktu ku di dunia ini, yang pasti aku akan terus mencoba untuk memberikan semua yang terbaik yang aku punya. Untuk siapa? Untuk semuanya. Untuk orang tua, untuk keluarga, untuk lingkungan, untuk tanah air, untuk bangsa dan negara, serta untuk Allah Lillahi Ta’ala.

Aku gak tau berapa lama lagi aku masih bisa bernapas di dunia ini. Namun aku telah bertekad, suatu hari nanti Insya Allah nama ku akan tercantum di buku sejarah dunia. Dan untuk mewujudkan hal itu, maka aku harus bisa MEMBAWA INDONESIA MENJADI NEGARA YANG BESAR DAN BERJAYA. Aku harus bisa MENUMBANGKAN KESOMBONGAN AMERIKA SERIKAT DAN ISRAEL. Aku harus bisa MEMBEBASKAN PALESTINA DARI KEDZHALIMAN ISRAEL. Dan aku harus bisa membuat PARA LELUHURKU BANGGA KARENA MEREKA TELAH MELAHIRKAN SEORANG MANUSIA SEPERTI AKU. Insya Allah demikian…

Aku telah melamli 20 tahun di daam hidup ku ini, sebagian besar berisi dengan penuh kesia2an. Kini di sisa umur ku selanjutnya, aku bertekad untuk menjadi lebih baik lagi dan memang harus menjadi lebih baik lagi. Semoga di dalam sisa umur ku ini, aku dipermudah untuk mewujudkan cita-cita ku ini… Amiin.

2 Comments Add yours

  1. kris says:

    mari kita hancurkan Israel bersama-sama sob!

  2. ckinknoazoro says:

    asw

    as your wish…

    makanya bikin novel tuh yang berisi & provokatif, jangan cuma ketawa-ketiwi doank bro… hjohohoho

    wasw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s