CrazyNyaSimplePlan

Assalamualaikum wr wb

Test… Test…

Test satu dua tiga…

Test… Test…

“Oke, siap?”

“Camera rolling, action!”

“Jumpa lagi… Jumpa Maissy disini…”

Ya itu tadi sebuah pembukaan yang gw rasa gak penting. Jadi langsung aja kita mulai ya…

Wahai manusia, pernahkah kalian mendengar sebuah band dari Kanada sono yang bernama Simple Plan? Kalo udah pernah, ya gak apa2. Kalo belom pernah gimana? Ya gak apa2 juga. Ih aneh banget sih? Ya gak apa2….

Simple Plan adalah salah satu band favorit gw. Udah 2 kali gw bikin daftar “10 Band Terfavorit”, dan nama Simple Plan selalu masuk 10 besar, meskipun ga pernah bisa nembus 3 besar. Kenapa gw suka Simple Plan? Karena musiknya emang simpel kaya namanya, easy listening, dan enak buat loncat2an. Tapi loncat2an di sini tuh bukan loncat2anny anak IMO atau anak Metal & Underground lho, tapi loncat2an yang enjoy2 aja khas anak Melodic Punk.

(Mohon maap, mungkin banyak diantara lu2 semua yang gak ngerti apa itu istilah “IMO”, “Underground” dan “Melodic Punk”. Kalo lu emang beneran gak ngerti, berarti lo masih harus banyak belajar lagi. Dunia ini luas, anak muda… Carilah ilmu walau sampai ke negerinya Mao Zedong…)

Sampai saat tulisan ini ditulis, yaitu di akhir Sya’ban 1429 H / Agustus 2008, Simple Plan udah ngeluarin 3 album. Yang pertama judulnya “No Pads, No Helmets, Just Balls…”. Yang kedua “Still Not Getting Any…”. Yang ketiga, berkumpullah dengan orang soleh. Yang keempat, perbanyaklah berpuasa. Dan yang kelima dzikir malam perpanjanglah. Eh kok malah jadi nyanyiin Tombo Ati-nya si Opick? Ya begitulah… Album ketiganya (maksudnya album ketiga Simple Plan lho, bukan Opick) yang baru keluar di tahun 2008 ini gw lupa judulnya dan gw juga belom sepet beli.

Gw suka banget sama album pertama dan keduanya. Di album pertama dengan hits2nya semacam “I’m Just a Kid”, “Addicted”, “Perfect” ataupun “I’d Do Anything” bener2 masih Melodic Punk banget, enak buat jejingkrakan. Di album pertama ini gw paling suka sama lagu yang judulnya “My Alien”.

Di album kedua juga masih agak2 Melodic Punk, namun udah mulai masuk unsur2 Dark dan Gothic nya juga. Album kedua ini gak secerah album pertama, tapi masih tetep enjoy banget buat dinikmatin. Beberapa hits dari album kedua ini diantaranya “Welcome to My Life”, “Shut Up” dan Untitled”.

(Lagi2 mohon maap kalo ada diantara lu2 semua yang gak ngerti apa itu istilah “Dark” dan “Gothic”. Teruslah belajar, anak muda…)

Sedangkan album ketiga gw belom denger sama sekali. Hitsnya sih udah ada satu, tapi gw lupa judulnya. Dari penampilan mereka, kayanya di album ketiga ini mereka bakalan jadi lebih Dark dan lebih Gothic lagi dari sebelomnya. Gw juga gak tau, kenapa band2 yang awalnya beraliran Melodic Punk kok sekarang udah mulai kebawa2 jadi agak Gothic sama Dark gitu, seperti Green Day atau Sum41. Untung aja Bink 182, Westlife dan Boyzone udah bubar sebelom mereka keseret arus. Loh kok ada Westlife & Boyzone juga sih? “I lay my love on you… It’s all I wanna do… Everytime I breathe I feel brand new…”

Nah itu tadi openingnya. Buset dah, openingnya aja udah panjang banget, nyampe 8 paragraf. Sekarang baru kita mau masuk ke inti acara. Di tulisan gw kali ini, gw akan sedikit ngebahas tentang salah satu lagu Simple Plan di album kedua mereka yang berjudul “CRAZY”, atau kalo dalam bahasa Jawa disebutnya “BENTO”. Mungkin ada di antara lu2 semua yang belom tau lagu ini. Ya gak apa2, kalo gitu silahkan kenalan dulu dengan beliau.

“Kenalin, nama gw Crazy. Salam kenal!”

Apa istimewanya lagu ini? Ketika pertama kali denger, gw langsung bisa enjoy dan soulnya langsung dapet. Musiknya masih khas Melodic Punk, enak buat jejingkrakan dan teriak2. Namun buat lu2 semua yang baru denger ntu lagu sekarang2 ini, pasti bakalan ngerasa kalo lagu ini mirip banget sama lagunya Ungu yang judulnya “SEMUANYA TELAH BERAKHIR”. Melodinya mirip, kunci gitarnya juga mirip2. Salah siapa coba?

Mungkin lu semua bakalan beropini “Loh lagunya kok mirip sama lagunya Ungu?”. Dan opini itu pun gak salah. Yang salah adalah jika lu nyangka Simple Plan ngebajak lagunya Ungu, karena kenyataannya adalah (mungkin) justru Ungu yang ter-influence dari Simple Plan.

For your info, album Simple Plan yang ada lagu “Crazy”nya itu keluarnya jauh lebih dulu daripada album Ungu yang ada lagu “Semuanya Telah Berakhir”. Jadi ketika gw ngedenger lagu Ungu yang itu, gw langsung berkomentar, “Loh, kok mirip sama lagunya Simple Plan?”. Dan itu gak cuma satu ini aja. Di album Ungu yang pertama atau yang kedua, ada lagu yang mirip banget sama lagu di album pertama Simple Plan yang judulnya “I’ll Meet You There”. Gak tau deh, siapa yang meng-influence siapa.

Balik lagi ke topik awal, nilai plus dari lagu “Crazy” tersebut adalah LIRIKnya. Iya bener, liriknya. Dan lirik itulah yang akan kita bahas disini. Emang liriknya kaya gimana? Nih silahkan dinikmati. Lebih enak lagi kalo ditemani bersama secangkir kopi dan cemilan, serta ada wanita cantik di samping kita. (Astagfirullah…)

“Crazy”

Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look, I see
Young girls dying to be on TV
They won’t stop till they’ve reached their dreams

Diet pills, surgery
Photoshopped pictures in magazines
Telling them how they should be
It doesn’t make sense to me

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

I guess things are not how they used to be
There’s no more normal families
Parents act like enemies
Making kids feel like it’s World War III

No one cares, no one’s there
I guess we’re all just too damn busy
And money’s our first priority
It doesn’t make sense to me

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

Is everybody going crazy?
Is everybody going crazy?

Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look I see
Rich guys driving big SUVs
While kids are starving in the streets

No one cares
No one likes to share
I guess life’s unfair

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something, something is wrong

Is everybody going crazy?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

Nah, have you read it? Sampun mocone? Kimi wa kakita o yamimashita ka? Udah dibaca belom? Lagu “Crazy” ini bercerita tentang society yang semakin hari semakin crazy aja. Sekalipun Simple Plan berasal dari Kanada dan mungkin mereka berada di lingkungan Amerika, namun apa yang mereka tuliskan di lirik tersebut sedikit banyak juga telah terjadi di negara kita ini, INDONESIA. Jadi sesungguhnya, budaya negara kita yang semakin hari semakin aneh, rusak, tanpa akhlak dan tanpa moral ini secara tidak langsung merupakan akibat dari perilaku kita yang SOK KE-BARAT2-AN. Dan efeknya pun telah dijelaskan oleh Simple Plan.

Kita lihat dari bait pertama. Ada sesuatu yang salah dengan masyarakat ini. Kaum perempuan berlomba2 untuk bisa menjadi terkenal, menjadi famous, beauty, dan memiliki popularitas, salah satunya disimbolkan dengan tampil di TV. Untuk itu mereka rela melakukan segara cara, termasuk diet berlebihan dan operasi plastik. Semua ini diperparah dengan media dan produk2 yang seakan2 mengkampanyekan bahwa “Perempuan terbaik adalah perempuan yang berbody perfect, berkulit putih dan bersih”. Dan diakhir bait diakhiri dengan kalimat “It doesn’t make sense to me”, yang artinya kurang lebih “SEMUA INI GAK MASUK AKAL BUAT GW!!!!”

I do agree with you, Simple Plan. Iya bener, semua yang mereka lakukan bisa dikatakan GAK MASUK AKAL. Para perempuan berlomba2 untuk menjadi yang tercantik. Mereka berdandan, bersolek dan berlenggak-lenggok bagaikan punuk unta. Norma2 dan aturan serta budaya, ah itu omong kosong bagi mereka. SIAPAKAH YANG SERINGKALI MEMAMERKAN AURATNYA DI DEPAN UMUM? Mungkin mereka berdalih, “Kebebasan!”, “Demokrasi!”, “Emansipasi wanita!” atau kalimat “Biarin donk, badan gw ini!”. Semua komentar yang tidak lain dan tidak bukan hanyalah TAI KUCING belaka. Benarlah kata sebuah band asal Kota Kembang yang dalam salah satu liriknya mengatakan bahwa “Wanita racun dunia”, hanya saja kaum wanita tidak menyadari (dan memang tidak mau menyadari) bahwa merekalah seburuk2nya racun.

Dimanakah harga dirimu wahai kaum hawa? Dimanakah jiwa2 Khadijah dan Aisyah yang selama ini kita rindukan? Untuk apakah semua yang kau lakukan itu? Fame? Fortune? Popularity? Hentikanlah segala lenggak-lenggok mu itu karena semua itu akan sia2 saja. Sebaik2 manusia adalah mereka yang bertakwa, bukan mereka yang indah fisiknya. Dan keindahan fisik yang kita miliki saat ini, sesungguhnya semua itu hanyalah COBAAN. Apakah kita akan memanfaatkan kelebihan fisik ini untuk KESOMBONGAN ataukah akan kita gunakan di JALAN KEBENARAN.

Oiya, tulisan ini gak bermaksud buat mendiskreditkan kaum perempuan secara keseluruhan lho. Kita hanya membahas tentang perempuan2 yang gemar berdandan dan berlenggak-lenggok bagai punuk unta dan seringkali berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri di muka bumi ini.

Balik lagi ke lirik Simple Plan diatas. Utuk bagian reffnya kita lewatin dulu ya, itu dibahas belakangan aja. Sekarang di bait keduanya. Keluarga di zaman modern ini udah gak kaya dulu lagi, gak kaya keluarga normal yang terdiri dengan sepasang suami-istri serta anak2nya. Keluarga jaman sekarang isinya kebanyakan anak2 dengan pembantu2nya, entah itu baby sitter, tukang kebun, sopir, si Bibi atau si Mbok. Dimana para orangtuanya? Mereka lebih sibuk untuk kerja, kerja dan kerja. Yang ada di pikiran mereka cuma uang, uang, uang dan doank.

Mungkin lu2 semua ngerasa kalo keluarga kita normal2 aja. Dan puji syukur Alhamdulillah, kita boleh berbahagia diberikan keluarga yang normal seperti apa yang telah kita punya selama ini. Tapi disadari atau tidak, sebenarnya banyak keluarga2 yang telah kehilangan rasa kasih sayang di dalamnya. Tugas utama para orang tua yang seharusnya adalah merawat dan mendidik anak (jangan cuma mau bikinnya doank. Huehehehe….), tapi banyak diantara mereka yang mengalihkan tanggung jawab utama mereka itu kepada para baby sitter. Bahkan, mereka seringkali manggantikan peran ke-orang tua-annya dengan cara memanjakan si anak dengan bermacam2 materi sebagai pengganti kehadirannya. Sadarlah sobat, kasih sayang orang tua tidak bisa digantikan dengan apapun. Jadilah para anak kini besar dalam bimbingan para baby sitternya.

Ada pemandangan menarik dari cerita ini. Di laptop gw ada file gambar tentang lembar jawaban soal ujian seorang murid kelas 1 (tapi gak tau 1 SD apa SMP). Karena gw gak ngerti gimana acara upload foto ke blog, jadi gw ceritain aja ya. Kira2 beginilah gambarannya.

Di soal itu, ada gambar seorang perempuan dewasa dengan seorang anak perempuan di pangkuannya. Tangan si perempuan dewaa tersebut mengelus rambut si anak perempuan, dan si anak perempuannya sendiri memeluk si perempuan dewasa. Lalu di sampingnya ada pertanyaan demikian:

“Gambar disamping mewujudkan kasih sayang seorang …… “

Dengan pilihan2 jawaban :

a. Pembantu

b. Ibu

c. Bapak

Dan di file gambar gw itu, si murid kelas 1 ini mencontreng pilihan a, yang berarti bahwa gambar tersebut merupakan perwujudan kasih sayang seorang pembantu…

Nangkep maksudnya gak?

Intinya ya begitu. Karena besar dalam buaian baby sitter, dalam pikiran si murid tersebut terpatri bahwa kasih sayang seperti itu hanya dimiliki oleh seorang pembantu, bukan orang tuanya sendiri. How ironic….

Efek dari keluarga kaya gini pun bisa diliat juga. Si anak jadi manja karena mereka terbiasa hidup mewah dengan materi2 yang diberikan orang tuanya sebagai pengganti kehadiran mereka. Namun hati dan jiwa si anak sangat kosong dari kasih sayang orang tua yang sesungguhnya. Jadilah lingkungan dan pergaulan yang menjadi tempat pelarian si anak. Ya bagus kalo pelariannya ke Masjid atau minimal lingkungan yang bisa membantu si anak melewati Shirotol Mustaqim dengan lancar. Kalo ternyata pergaulannya malah semakin memudahkan dia tergelincir dari Shirotol Mustaqim gimana?

Dan berdasarkan pengamatan yang gw lakukan secara diem2 dan gak obyektif, sebagian dari remaja2 yang “rusak” akhlak, moral, pergaulan dan kepribadiannya, memiliki keluarga yang juga sama “rusak”nya. Sesungguhnya seseorang yang meninggal tidak akan membawa apa2 kecuali 3 hal, salah satunya adalah anak yang soleh. Jadi untuk para orang tua yang telah berlaku zhalim terhadap diri sendiri, rawat dan didiklah anak2 kalian dengan ilmu dan iman sebenar2nya. Semoga pada akhirnya mereka bisa menjadi anak yang berbakti yang selalu senantiasa mendoakan orang tuanya, kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Nah bait keduanya segini dulu aja ya. Baru 2 bait tapi tulisanna udah sepanjang gini. Gw emang kalo udah kena laptop dan mulai ngetik, langsung jadi lupa segalanya. Malahan gw gak sadar kalo hari ini baru makan 5 butir kurma doank, gw kirain tadi pagi gw udah sarapan Pizza…. (ih apa sih, jayus banget deh)

Sekarang kita lanjut ke bait ketiga. Sekali lagi, ada yang salah dengan society kita ini. Orang2 kaya dan berduit berlalu lalang di jalan raya mengendarai mobil mewah, sementara di pinggir jalan banyak anak2 yang kelaparan. Gak ada yang peduli dan gak ada yang mau berbagi dengan anak2 itu. Hal ini bisa kita lihat di persimpangan2 lampu merah. Mobil2 mewah berjejer antri, sementara di kiri kanannya banyak anak2 yang meminta kesedian para pemilik mobil untuk berbagi rezeki, baik itu dengan cara mengamen, tepuk tangan gak jelas, bawa2 lap, bermodalkan wajah melas sembari menengadahkan tangan maupun metode2 lainnya.

Lalu apa yang dilakukan oleh orang2 di dalam mobil mewah tersebut? Sebagian besar enggan membuka kacanya dan hanya melambaikan tangannya, sok2an berlagak artis atau pejabat. Kalopun ada yang mau ngasih, sebagian besar hanya membuka sedikit kacanya. Itupun memberinya tanpa disertai dengan senyuman yang tulus dan ikhlas. Sangat jarang ada yang mau membuka keseluruhan kacanya lalu tersenyum kepada si anak dan kemudian mengajak berbicara dari hati ke hati, heart to heart, face to face, man to man. Mereka beralasan, “Ah gw takut kalo ternyata dia perampok atau apalah…”. Kalo takut dirampok, makanya JANGAN SUKA MEMAMERKAN KEKAYAAN. Bersikaplah sederhana aja. Kalo udah cukup dengan naik Toyota Solluna, buat apa naik Camry atau Harrier atau Mercedes atau BMW atau Jaguar? (ini sih suara hati gw selaku pengemudi mobi Toyota Solluna keluaran tahun 2001. Huehehehehe….)

Bait ketiga itu diakhiri dengan kalimat “I guess life’s unfair”, yang kira2 artinya adalah “sepertinya hidup ini tidak adil”. Ya begitulah kiranya, dimana garis antara kekayaan dan kemiskinan hanya dibatasi oleh trotoar dan lampu merah. Kita semua mengakui dan menyadari bahwa hidup ini memang tidak adil. Kenapa? Karena isinya adalah manusia2 yang lebih senang untuk memperturutkan hawa nafsunya. Tapi janganlah putus asa, karena di hari akhir nanti, kita semua akan diadili dengan seadil2nya oleh sebaik2 hakim. Siapakah hakim itu? Dialah Allah Al ‘Adlu, Allah Yang Maha Adil. Dialah Allah Al Hakiim, Allah Yang Maha Bijaksana. Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu, Allah Yang Maha Agung.

Nah sekarang baru kta masuk ke bagian reffnya. Gak banyak sih yang mau gw bahas tentang bagian dari reff lagu ini. Ini cuma tentang kebingungan dan suara hati Simple Plan terhadap something wrong with society yang mereka maksudkan tadi, yang dinyanyikan dengan melodi lantang dan keras. Jika kita mau membuka mata kita, maka kita akan melihat dan mengerti bahwa ada yang salah dengan dunia ini. Itu intinya.

Fiuuuuuhhh…. Akhirnya selesai sudah kita memberikan tafsir terhadap lagu “Crazy”nya Simple Plan. Tafsir ini namanya Tafsir C-Kink, karena ditafsirkan secara serampangan oleh gw sendiri. Huehehehe… Jangan ditiru ya anak2….

Terus setelah tau lirik lagu tersebut dan mengerti maksudnya, masihkah kita tetap berdiam diri membiarkan semua ini terjadi? Marilah kita bergerak. Marilah kita kembali ke jalan kebenaran. Marilah kita LETAKKAN PARA PEREMPUAN KEMBALI KEPADA FITRAHNYA. Marilah kita CIPTAKAN KELUARGA NORMAL YANG PENUH DENGAN KASIH SAYANG DAN KEBAHAGIAAN. Dan marilah kita LUANGKAN WAKTU DAN TENAGA KITA UNTUK BERBAGI KEPADA MEREKA YANG TIDAK LEBIH BERUNTUNG DARI KITA. Bila semua hal diatas mau kita wujudkan, Insya Allah kehidupan dunia yang lebih baik akan tercipta.

Akhir kata, terima kasih buat kelima personel Simple Plan yang telah menciptakan dan mengaransemen lagu in idengan indahnya. Keep create the great spiritful song!

Wassalamualaikum wr wb

4 Comments Add yours

  1. faisol says:

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Berdzikir Membuat Hati Tetram, Benarkah?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/berdzikir-membuat-hati-tentram-benarkah.html

    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 5 buah link berdzikir membuat hati tentram)

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  2. aton29 says:

    postingan lo bagus banget,
    simple plan yang paling bagus.
    Gw juga penggemar simple plan.

    kapan-kapn kita berbagi informasi tentang simple plan.

    http://ejournal.jak-stik.ac.id

  3. ckinknoazoro says:

    @faisol: oke thank q

    @aton: yow sama2, tapi sekarang2 gue kok udah jarang denger simple plan lagi yah? emang merekanya yang lagi vakum atau gue yang kurang update?

  4. Ida says:

    Sy suka simple plan lirik dan musik ”crazy”…
    Bagus banget artinya…
    Emang realita dan berda di sekitar kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s