PLTNlagiDanLagi

Entah sudah berapa lama wacana tentang pendirian PLTN diutarakan. Dan entah sudah berapa lama juga wacana itu masih tetap bersifat wacana, bahkan sampai saat penulis menulis tulisan ini. Sebenarnya ada apa dengan PLTN? Kita tanya Galileo…

Sebelum membahas lebih lanjut, sebenarnya seberapa besar sih urgensi untuk membangun PLTN? Semua orang dan semua pihak memiliki kacamatanya sendiri untuk menjawab pertanyaan ini. Begitupun dengan perlunya didirikan PLTN di Indonesia. Banyak pihak yang menentang tapi juga tidak sedikit pihak yang mendukung, dan mungkin lebih banyak lagi pihak yang tidak mau mempermasalahkan, karena ada-tidaknya PLTN tidak membawa pengaruh apa-apa dalam hidup mereka. Gitu katanya.

Tak bisa dipungkiri kalau harga bahan bakar fossil semakin hari semakin mencekik. Naik, naik, naik, naik dan terus naik hingga membuat mata orang yang melihatnya menjadi mendelik. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya produksi pembangkit listrik, yang pada umumnya masih menggunakan bahan bakar fossil sebagai pemantik.

Terus apa hubungannya dengan PLTN? PLTN bisa menjadi salah satu solusi mengatasi tingginya harga bahan bakar fossil. Bukan hanya masalah harga, tapi juga efisiensi energi yang dihasilkan, gas buang yang tidak mengandung CO2, serta beberapa keuntungan lainnya yang dimiliki PLTN dibandingkan dengan pembangkit listrik sejenis. Beberapa sumber energi lain yang bisa dijadikan sebagai pembangkit listrk diantaranya adalah geothermal, matahari, angin, air dan sejenisnya, tapi secara umum PLTN memiliki kelebihan tersendiri. Beberapa dosen dari Jurusan Teknik Fisika UGM telah mengutak-atik perhitungan matematis untuk membandingkan PLTN dengan pembangkit listrik lainnya, dan memang secara umum PLTN bisa dijadikan sebagai salah satu solusi yang baik.

Di sini kita tidak akan membahas tentang perhitungan matematis itu, karena si penulis sendiri juga kurang menguasai. Kita akan coba melihat PLTN ini dari sisi lain yang tidak ada rumus dan hitungan-hitungannya yang mungkin hanya dimengerti oleh para ahli tingkat atas.

Apa sih yang ditakutkan dari PLTN? Salah satunya adalah adanya selentingan yang menyatakan bahwa nuklir itu berbahaya. Merujuk dari kasus PLTN Chernobyl di Ukraina dan bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang, terlihat bahwa nuklir mempunyai kekuatan yang luar biasa.

Kita tidak memungkiri kalau nuklir memiliki kekuatan yang benar-benar dahsyat. Tapi apakah nuklir hanya berfungsi seperti yang digambarkan pada kedua kasus diatas? Tentunya tidaklah Allah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Begitupun dengan nuklir, kekuatan yang dahsyat ini akan bermaslahat bagi umat manusia jika dimanfaatkan di jalan yang benar. Bom atom Hiroshima dan Nagasaki merupakan contoh penggunaan nuklir yang tidak seharusnya, dimanna nuklir digunakan sebagai alat untuk membunuh sesama manusia. Sedangkan PLTN Chernobyl bisa dikatakan sebagai “produk gagal” karena banyaknya kesalahan dalam desainnya. Perlu untuk diketahui, yang membuat Chernobyl meledak sebenarnya bukanlah dari nuklirnya itu sendiri, tapi dari reaksi yang terjadi antara grafit dan air yang digunakan bersamaan sebagai moderator. Seharusnya tidak semestinya suatu moderator menggunakan grafit dan air karena akan saling bereaksi dan bisa menimbulkan ledakan.

Selama ini kita hanya mengetahui tentang PLTN Chernobyl, yang memang banyak terjadi kesalahan di dalam desainnya dan sistem pengamanan yang tidak berfungsi dengan seharusnya. Tapi di seberang lautan tepatnya di Amerika Serikat juga pernah terjadi suatu kebocoran PLTN. PLTN Three Mile Island namanya. Tapi di PLTN Three Mile Island ini tidak mengakibatkan ledakan seperti di PLTN Chernobyl. Kenapa? Karena sistem pengamannya benar-benar bekerja dengan baik. Tidak ada ledakan dan tidak ada radiasi yang keluar ke lingkungan. Ini adalah salah satu bukti bahwa meskipun nuklir itu sekilas tampak berbahaya, tapi PLTN itu sendiri telah dilengkapi dengan safety system yang berguna untuk “memadamkan” bahaya yang mungkin terjadi.

Jangan lupa bahwa kasus PLTN Chernobyl merupakan kejadian yang terjadi pada tahun 1986. Sekarang teknologi sudah semakin berkembang dan tentunya sistem pengaman pada PLTN juga sudah semakin update. Dalam rentang waktu 1 tahun, produsen Handphone selalu memunculkan varian baru yang semakin banyak dan semakin lengkap fiturnya. Pun demikian dengan PLTN, para ilmuwan selalu berusaha untuk menciptakan teknologi terbaru pada PLTN yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Saat ini PLTN sudah berkembang memasuki generasi 4 yang tentunya memiliki safety sysetm dan efisiensi yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan adanya safety system seperti ini, tidak ada salahnya jika Indonesia mulai melirik kembali wacana pendirian PLTN. Namun hendaknya tidak hanya sebatas wacana, tapi juga diwujudkan dalam langkah konkit yang nyata berupa pembangunan PLTN secepatnya. PLTN memang sebuah proyek besar, dan buktikanlah bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa BESAR dengan memiliki proyek besar ini.

Mungkin masih banyak pertanyaan yang masih menggantung di dalam diri kita terkait masalah PLTN ini. Harapan penulis adalah supaya kita jangan pernah puas hanya dengan membaca tulisan ini saja. Marilah kita mencari referensi-referensi lain yang mungkin bisa menjawab segala tanda tanya yang ada di dalam pikiran kita. Teruslah bergerak untuk mencari dan memperdalam ilmu, supaya kita tahu kebenaran yang sebenarnya.

2 Comments Add yours

  1. ckinknoazoro says:

    hohohoho…tararengkyubos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s