MasihAdaNasionalismeDiSana

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku

Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru, “INDONESIA BERSATU!”

Hiduplah tanahku hiduplah negeriku

Bangsaku rakyatku SEMUANYA

Bangunlah jiwanya bangunlah badannya

Untuk INDONESIA RAYA

INDONESIA RAYA merdeka merdeka

Tanahku negeriku yang kucinta

INDONESIA RAYA merdeka merdeka

Hiduplah INDONESIA RAYA

Itulah tadi lagu kebangsaan negara kita yang saban Senin dinyanyikan oleh puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan pelajar untuk mengiringi tegak dan berkibarnya bendera Merah Putih di tiang lapangan upacara…

Baru-baru ini berlangsung sebuah hajatan olahraga besar yang diadakan di Istora Senayan, yatu Piala Thomas dan Uber. Sebuah momentum yang secara umum bisa menggambarkan bahwa ternyata masih ada NASIONALISME di dalam dada bangsa Indonesia. Nasionalisme itu muncul bukan dari gedung DPR/MPR, bukan dari Istana Negara, bukan dari gedung-gedung tinggi bertingkat, tapi dari sebuah gelanggang olahraga, dari peluh dan keringat para pejuang bangsa yang bersadu padu meneriakkan gema “INDONESIA”. Demi menyaksikan berkibarnya bendera merah putih di podium panggung kehormatan, para suporter rela melakukan yel-yel yang mungkin dianggap “unik” bagi mereka yang tak terbiasa. Tapi justru di situ mereka bisa menunjukkan seberapa besar kadar kecintaan mereka kepada Indonesia ini.

Apa korelasinya dengan lagu Indonesia Raya diatas?

Iya, dalam gelaran piala Thomas dan Uber kemarin, lagu Indonesia Raya tidak berhasil berkumandang dan mengangkasa membahana meramaikan Istora Senayan. Kita menghargai dan menghormati segala usaha para pejuang bulutangkis kita yang telah berusaha sebaik-baiknya, meskipun pada akhirnya langkah tim Thomas kita terhenti di semifinal oleh negara pemroduksi sinetron Full House dan tim Ubernya digagalkan oleh negeri tirai bambu di final.

Seperti yang sudah-sudah, jikalau lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung kehormatan, maka dapat dipastikan akan ada air mata yang menetes membasahi gelanggang, baik itu dari mata si atlet maupun dari mata para suporter yang setia menyemangati sepanjang pertandingan. Benar-benar suatu kebanggaan yang luar biasa melihat segala peluh dan keringat yang keluar selama ini telah terbayarkan dengan berkibarnya bendera Merah Putih dan berkumandangnya lagu Indonesia Raya. Sebuah eksistensi untuk membuktikan kepada dunia bahwa sebuah negara yang bernama INDONESIA itu MASIH ADA.

Setelah itu, mari kita refleksi terhadap diri kita masing-masing. Apa pendapat kita tentang lagu Indonesia Raya? Seberapa sering kita mendengarkan atau menyayikan lagu Indonesia Raya? Apa yang kita bayangkan saat lagu Indonesia Raya berkumandang? Seberapa besar kepedulian kita terhadap lagu Indonesia Raya? Sekumpulan pertanyaan yang tidak perlu dijawab secara lisan, tapi buktikan itu semua dengan LANGKAH NYATA.

Ingatlah bahwa Indonesia adalah negara besar. Besar, karena ada KITA sebagai warga negaranya. Besar, karena KITA-lah yang akan membawanya. Besar, karena KITA-lah yang akan membesarkan Indonesia. Indonesia adalah negara besar jika kita mau mengakui bahwa Indonesia memang negara besar dan kita pun berkeinginan untuk mewujudkan baik secara lisan maupun dengan perbuatan untuk membawa Indonesia menjadi negara besar. Sudah seharusnya kita bangga terlahir sebagai bangsa Indonesia dan sudah seharusnya kita bangga mendengarkan lagu Indonesia Raya berkumandang di langit biru.

Sekarang mari kita teriakkan kalimat ini dengan lantang :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Maaf, tapi tolong ulangi sekali lagi. Aku tidak melihat adanya kebanggaan di dalam hatimu saat meneriakkan kalimt tersebut. Tolong ulangi :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Sudah cukup? Belum. Sekali lagi, kepalkan tanganmu dan teriakkan dengan sekeras yang kau mampu sampai seluruh penjuru dunia mendengar bahwa kau berkata :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Sekian dan terima kasih. Berjanjilah bahwa suatu hari nanti, dengan ucapan Bismillah dan dengan izin Allah, kita akan membawa INDONESIA MENGUASAI DUNIA.

Sebagai penutup, dibawah ini aku sertakan lirik lagu favoritku yang berjudul “Bangunlah Putra-Putri Pertiwi” milik Bang Iwan Fals yang mungkin dapat kita jadikan sebagai bahan perenungan.

Sorot matamu tajam namun ragu

Kokoh paruhmu semua tahu

Tegak tubuhmu takkan tergoyahkan

Kuat jarimu kala mencengkram

Pulau-pulau yang berpencar

Bersatu dalam cengkrammu

Angin genit mengelus merah putihmu

Yang berkibar sedikit malu-malu

Merah darahmu tertanam di dada

Putihmu suci penuh kharisma

Bermacam suku yang berbeda

Bersatu dalam kibarmu

TERBANGLAH GARUDAKU

Singkirkan kutu-kutu di sayapmu

BERKIBARLAH BENDERAKU

Singkirkan benalu di tiangmu

Hei jangan malu dan jangan ragu

TUNJUKKAN PADA DUNIA

Bahwa sebenarnya kita MAMPU

Mentari pagi mulai membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita BERJANJI

Hari ini esok pagi atau lusa nanti

GARUDA BUKAN BURUNG PERKUTUT

SANGSAKA BUKAN SANDANG PEMBALUT

Dan coba kau dengarkan

PANCASILA itu BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

Yang hanya berisi harapan

Yang hanya berisi khayalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s