MadingBiofuel

Biofuel : Antara Perut Manusia dan Perut Mesin-Mesin Industri

Biofuel, sebuah alternatif energi yag kini sedang membooming dan menjadi perhatian para peneliti yang concern terhadap masalah energi alternatif. Apakah biofuel itu? Biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara lanhsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian (id.wikipedia.org). Yang akan kita bahas disini adalah lebid dikhususkan kepada biofuel yang berasal dari tanaman.

Biofuel yang dihasilkan dari tanaman secara umum memiliki harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan harga minyak yang semakin hari semakin merangkak naik. Begitupun dari sisi efisiensi energi, biiofuel termasuk efisien meskipun ada variasi yang cukup lebar. Serta dari sisi kemampuan teknologi, Indonesia dirasa sudah mampu untuk memproduksinya.

Sepintas terlihat bahwa biofuel benar-benar menguntugkan. Tapi coba kita lirik kembali sebelumnya, yaitu bahwa biofuel dihasilkan dari tanaman yang dalam hal ini adalah tanaman pertanian seperti tebu, jagung, kelapa sawit, dan lainnya. Dengan demikian bila biofuel semakin digalakkan, maka produk pertanian akan berada di persimpangan jalan, yaitu apakah produk pertanian tersebut hendak diproses menjadi makanan (food) atau bahan bakar (fuel).

Dalam hal ini, sektor pertanian akan mengalami peningkatan. Tapi produksinya akan tersegmentasi. Hasil pertanian yang diubah menjadi makanan akan dikonsumsi oleh manusia, sedangkan hasil pertanian yang digunakan untuk biofuel akan menjadi konsumsi oleh mesin-mesin industri. Manakah yang harus lebih diutamakan? Bila hasil pertanian digunakan seluruhnya untuk biofuel, maka hampir dapat dipastikan bahwa situasi ini akan mengakibatkan krisis ketahanan pangan, karena hasil pertanian yang seharusnya dikonsumsi perut manusia akan beralih menjadi biofuel yang ditujukan untuk perut mesin-mesin industri.

Selain itu dampak negatif dari biofuel yang digalakkan adalah adanya percepatan degradasi lahan, dimana hutan-hutan akan dibuka untuk ditanami dengan produk-produk biofuel. Indonesia yang sudah cukup banyak mengalami kerusakan hutan, akan semakin bertambah jumlahnya.

Pada dasarnya biofuel itu diciptakan sebagai energi alternatif yang efisien. Namun bila segala sesuatunya dilakukan secara berlebih-lebihan, maka itupun akan memberikan dampak yang negatif. Begitupun dengan biofuel ini. Harapannya adalah semoga kita semua, khususnya pemerintah bisa menetapkan kebijakan yang benar-benar bijak terkait masalah biofuel ini. Sebenarnya biofuel itu sendiri tidak salah, yang salah adalah manusia-manusia yang mengekploitasi biofuel secara berlebih-lebihan seperti telah disebutkan sebelumnya. Keseimbangan, itulah kuncinya. Dan hendaknya gunakanlah ilmu di dalam setiap langkah kita, jangan hanya mengikuti napsu semata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s