LPJhumasTransportasi

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Humas dan Transportasi

Seminar Hari Pendidikan Tinggi Teknik 62

BIla Anda adalah seorang penakut, jangan baca LPJ ini sendirian.

Sedangkan bila tak ada yang mau menemani, bacalah dengan menutup salah satu mata Anda.

Jangan menutup kedua mata Anda karena tidak akan terlihat apa-apa.

Introduction Mukaddimah Pendahuluan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Subhanallah walhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, acara seminar yang sangat kita nanti-nantikan dan kita impi-impikan serta kita idam-idamkan juga kita ingin-inginkan dan tak lupa kita damba-dambakan ini, akhirnya dengan Izin Allah bisa terlaksana dengan cukup baik dan memuaskan. Meskipun tak dapat dipungkiri juga bahwa masih banyak kekurangan disana-sini, namun itu tidaklah mengapa karena memang tidak ada suatu pekerjaan yang benar-benar sempurna, seperti pepatah yang mengatakan “bagai anak ayam kehilangan induknya”. Eh gak nyambung ya? Maksud kami, pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak retak”. Gitu lho…

Kerja keras kita semua selama +-1.5 bulan akhirnya terbayarkan dengan sebuah kepuasan yang benar-benar indah dan tak ternilai harganya, yang kalaupun rasa kepuasan ini ditukar dengan uang senilai 1 milyar rupiah, maka saya akan lebih memilih uang 1 milyar rupiah tersebut (???????).

Latar Belakang

Kalau kita flashback ke awal mula pembentukan panitia, harus saya akui dari dalam lubuk hati saya yang paling luar bahwa adalah suatu amanah yang sangat berat yang harus dipikul oleh pundak saya yang kurus dan kerempeng serta begeng ini ketika seekor buaya bernama Wdya Adi Nugraha yang “kebetulan” menjadi ketua panitia seminar HPTT ini menunjuk saya untuk menjadi koordinator seksi transportasi. Tetapi karena seksi transportasi memiliki ranah kerja yang cukup ringan, akhirnya ditambahkan embel-embel “Humas” dibelakang kata transportasi. Jadilah amanah yang harus saya emban adalah koordinator seksi Transportasi dan Humas. Tapi karena pada prakteknya saya lebih banyak berfungsi sebagai Humas, maka untuk selanjutnya nama seksi ini akan dibalik, yaitu menjadi seksi Humas dan Transportasi. Bismillah, dengan izin Allah kuterima amanah tersebut.

Harus saya katakan dengan jujur bahwa inilah kedua kalinya saya mengikuti kepanitiaan suatu acara. Kepanitiaan yang pernah saya emban sebelumnya dan menjadi pengalaman pertama saya mengikuti kepanitiaan adalah acara Bedah Kasus Sosial Teknik (BKST), dimana saya dizhalimi oleh teman2 KASTRAT, eh KORSLET (Komando Resimen Strategis Fakultas Teknik) untuk menjadi ketua panitianya. Dan di kepanitiaan seminar HPTT ini, saya langsung diamanahkan untuk menjadi koordinator humas dan transportasi, sebuah pengalaman yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Namun hal ini bukanlah masalah karena Allah selalu menolong hamba-Nya yang kesulitan.

Yang harus saya lakukan kemudian adalah mencari staff yang nantinya akan mendampingi saya untuk menjalankan amanah ini. Untuk memperluas jaringan dan memperbanyak kenalan, maka saya ingin mencari staff yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Mungkin hal ini terlihat aneh karena memiliki banyak kerugian dikarenakan belum saling mengenal, tapi sekali lagi itu bukanlah masalah karena yang terpenting adalah dengan cara tersebut Insya Allah telah terjalin sebuah silaturrahim yang lagi-lagi tak ternilai harganya.

Orang pertama yang saya hubungi adalah seekor gadis asal Bangka Belitung yang mengambil prodi PWK, yang bernama, sebut saja “Rosita”. Saya kenal beliau dari acara BKST dan melihat adanya potensi dari dirinya untuk membantu kesuksesan seminar ini. Ternyata ajakan saya tidak bertepuk sebelah kaki. Dia menerima ajakan saya untuk menjadi panitia. Saya tidak tau mengapa dia menerima ajakan kepanitiaan ini, apakah karena dia ingin melatih softskillnya, apakah karena dia ingin cari pengalaman kepanitiaan, atau apakah karena yang ngajak dia adalah seorang makhluk yang imutnya Subhanallah. Lalu dia mengajak seekor temannya dari PWK yang bernama Ida, nama lengkapnya Sunarno Idayanto. Dan tiba-tiba seekor SC seminar ini yang bernama Slamet Parmanto, yang gak pernah kerja tapi tetap dapet kaos (Makan Kaos Buta) memasukkan anak buahnya di Advokasi untuk menjadi staff saya, yaitu seekor pemuda kribo bernama Fajar Budi Prasetyo. Lengkaplah sudah formasi kami, yaitu saya, Rosita, Ida dan Fajar.

Namun di tengah perjalanan, 2 ekor staff kami yang bernama Rosita dan Fajar mengundurkan diri dari kepanitiaan, dikarenakan mereka berdua memiliki banyak kesibukan terhadap kuliahnya. Jadilah tinggal saya dan Ida berdua harus menjalani hidup yang keras ini, menghadapi segala rintangan yang akan menghalangi yang mencoba menggoyahkan bahtera rumah tangga kami. Loh? Astagfirullah… Ya udah, akhirnya hanya kami berdua yang berjuang di seksi Humas dan Transportasi ini. Eh gak cuma berdua kok, tapi bertiga sama Allah Yang Maha Melihat.

Idealita

Berdasarkan titah dan perintah dari si ketua panitia yang tukang kawin, kami di Humas dan Transportasi mendapat job sebagai berikut :

1. Menyebarkan undangan

2. Menjalankan fungsi humas selain ke pembicara

3. Membantu dan mengurus transportasi

Untuk memenuhi permintaan penggemar saya di seluruh penjuru dunia, maka berikut ini akan saya jelaskan masing-masing job tersebut.

1. Menyebarkan undangan

Kami diberi amanah untuk mengurus dan menyebarkan undangan serta menyusun siapa saja mahkluk-mahkluk yang mau kita undang, apakah itu Dekanat, PPJ, alumni, SKK, Mamang burjo, tukang ngelap motor di lampu merah, tukang fotokopi, atau tukang jualan mayat gadis muda (hiiiiiii……..). Targetnya adalah ada sekitar 50 undangan yang akan kita undang untuk menghadiri acara ini, dimana sebelumnya para undangan harus memberikan konfirmasi kepastian kesediaannya untuk hadir dalam seminar ini.

2. Menjalankan fungsi humas selain ke pembicara

Selain itu kami juga ditugaskan untuk menjalankan fungsi humas kepada seluruh peserta dan undangan yang ingin menghadiri acara seminar ini.

3. Membantu dan mengurus transportasi.

Dari divisi transportasi, kami diamanahkan untuk membantu keperluan rekan-rekan panitia yang kiranya membutuhkan transportasi dalam menjalankan tugasnya. Serta bertanggung jawab atas kebutuhan transportasi para pembicara.

Selain tugas-tugas tersebut diatas, ada 2 tugas tambahan yang muncul belakangan, yaitu untuk mengurus press release dan menjalankan fungsi danus. Serta ada 1 tugas tambahan atas nama pribadi, yaitu membantu penjualan tiket.

Realita

Manusia bisa berencana sesukanya dan sekehendak hatinya (kalau dalam bahasa Rusia : “sak karep’e udel’e dewe”). Namun pada akhirnya tetaplah Allah Yang Maha Berkehendak yang menentukan hasilnya. Sesempurna apapun idealita yang dirancang, tetap saja realitanya tidak akan 100% sama.

1. Menyebarkan undangan

Proses penyebaran undangan sejujurnya mengalami kendala, yaitu ketika undangan untuk para alumni, dalam hal ini adalah KATGAMA, tidak tersampaikan dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Terjadinya komunikasi yang amat sangat buruk antara kami dengan KATGAMA, dikarenakan adanya salah persepsi oleh ECC, yang merupakan perantara penghubung kami dan KATGAMA. Yang kami minta dari ECC adalah supaya mereka menyebarkan undangan tersebut kepada para alumni dan MENYERAHKAN LANGSUNG ke orang-orangnya. Namun yang dilakukan oleh mereka adalah, mereka hanya mengumumkan kepada KATGAMA kira-kira begini, “ada acara seminar HPTT, bagi yang mau datang silahkan hadir”. Jadi yang mereka lakukan hanyalah sebatas publikasi, bukan sebagai penyampai undangan. Betapa hancur hati kami melihat 14 undangan yang kami amanahkan kepada ECC masih utuh tak tersentuh oleh mereka para alumni.

Selain itu, para undangan yang memberikan konfirmasi kehadiran sampai batas waktu yang kami berikan hanya 6 undangan saja, dimana 5 diantaranya memastikan akan hadir dan 1 lagi memastikan bahwa beliau tidak akan hadir.

Pada saat pelaksanaan acara, ada sekitar 13 undangan yang hadir. Hal ini sangat jauh dari rencana awal kami untuk menghadirkan 50 ekor undangan. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia atas kelalaian dan kekhilafan kami dalam hal ini. Mohon dimaafkan.

2. Menjalankan fungsi humas selain ke pembicara

Untuk tugas yang satu ini, sejujurnya kami katakan bahwa tidak ada masalah berarti dalam hal ini. Mengapa? Karena memang, untuk hal ini kami TIDAK MENGERJAKAN APA-APA. Yang dimaksud fungsi humas disini adalah menjadi semacam contact person bagi mereka yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara seminar ini. Namun sampai pelaksanaan acara dan setelah acara berakhir, tidak ada seorangpun yang menghubungi kami dan kami sendiri juga tidak tau apa yag harus kami lakukan. Sekali lagi kami mohon maaf atas hal ini.

3. Membantu dan mengurus transportasi

Dari divisi transportasi, kasusnya sama seperti diatas yaitu TIDAK ADA SESUATU YANG KAMI KERJAKAN yang terkait dengan transportasi ini. Sempat tercetus ide untuk membantu rekan-rekan panitia yang butuh transportasi, tapi pada kenyataannya mereka semua telah memiliki transportasinya masing-masing. Begitupun terkait masalah transportasi pembicara, ternyata mereka semua telah memiliki transportasinya sendiri-sendiri. Jadi secara umum tidak ada yang kami lakukan. Dan sekali lagi, kami sangat-sangat minta maaf atas hal tersebut.

4. Mengurus press release

Apa itu press release? Press = menekan, Release= melepaskan. Jadi press release= menekan dan melepaskan, yaitu suatu proses yang harus dilakukan ketika kita ingin memencet jerawat yang suka iseng nongol di kulit wajah kita. (sumber : Kamus Besar Anak Autis, karya C-Kink, penerbit : PT C-Kink Loser Production, 2008). Aduh apaan sih kok gak nyambung? Press release disini tuh semacam pemberitahuan untuk media massa gitu lho, yang intinya mengumumkan kepada media massa bahwa kita akan mengadakan suatu acara. Dalam hal ini, press release telah tersampaikan dengan baik ke Rektorat Universitas Gadjah Mada bidang Humas dan Kemasyarakatan. Namum pada saat acara berlangsung, tidak terlihat adanya media massa yang meliput acara ini. Untuk kesekian kalinya, kami mohon maaf lagi karena tidak mampu menarik minat media massa untuk meliput acara ini.

5. Menjalankan fungsi danus

Sempat terpikir di benak si ketua panitia yang ganjen dan buaya, untuk mencari sumber dana sendiri dan tidak 100% mengandalkan dana dari Dekanat. Namun karena waktunya yang terlalu mepet, yaitu 2 minggu sebelum pelaksanaan acara, maka kami putuskan untuk membatalkan niat kami mencari dana sendiri, terutama dari sponsorship. Sebenarnya kami sempat terpikir untuk meminta bantuan dana dari para alumni yang tergabung dalam KATGAMA. Tapi permintaan tersebut ditolak oleh ECC (lagi-lagi ECC) dikarenakan sudah terlalu banyak pihak-pihak yang meminta bantuan dana dari KATGAMA dan ECC malu jika harus meminta lagi. Huh dasar ECC gak banyak menolong….. Untuk masalah dana sebaiknya kita suruh saja si Iyul Santoso selaku sekretaris seminar ini dan selaku bendahara BEM untuk malak si ECC dan KATGAMA. Dengan tampang sangarnya dan ucapan khasnya : “bayar”, mungkin mereka akan bertekuk lutut karenanya.

Itulah tadi 5 tugas utama kami dalam kepanitiaan ini. Dan harus kami katakan dengan sejujurnya dan seikhlasnya bahwa kami TIDAK DAPAT MELAKSANAKAN TUGAS KAMI DENGAN BAIK. Betapa banyak kekurangan yang kami miliki selama menjalani kepanitiaan ini, sehingga membuat kami merasa seperti SAMPAH di dalam susunan kepanitiaan. Betapa kami sama sekali tidak memiliki manfaat bagi berlangsungnya seminar ini. Ketika acara telah selesai dan rekan-rekan panitia bergembira merayakan kesuksesan acara, itu adalah hal yang wajar karena mereka semua telah BEKERJA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH dan mereka memang PANTAS untuk menikmati hasilnya. Namun tidak demikian dengan kami. (bukan kami, tapi saya. Iya saya, atas nama C-Kink Sahid Syaifullah). Saya merasa malu atas semua kerja saya selama ini. Betapa rekan-rekan panitia telah bekerja dengan sebaik-baiknya demi suksesnya seminar ini. Sedangkan kami, eh saya merasa seperti seonggok SAMPAH yang sesungguhnya tidak pantas untuk menjadi panitia disini, tidak pantas untuk mendapatkan baju panitia, dan tidak pantas untuk mendapatkan name tag panitia. Dengan ini saya atas nama C-Kink pribadi mohon maaf dengan sebesar-besarnya.

Selain 5 tugas diatas, ada 1 job lagi yaitu sebagai agen penjual tiket. Untuk hal ini, Alhamdulillah saya diberi rezeki yang lebih oleh Allah Yang Maha Adil, dimana saya diizinkan untuk menjual +- 38 lembar tiket hanya dari menjaga stand saja. Kalau setiap lembar tiket yang terjual memberikan keuntungan sebesar rp 2000,00 kepada penjualnya, maka jumlah keuntungan yang saya dapatkan adalah sebesar 38 * 2000 = rp 76000,00. Subhanallah, betapa indah rezeki yang Engkau berikan pada hamba-Mu yang imut dan lucu serta manis ini Ya Allah…

Evaluasi

Manusia adalah makhluk yang selalu belajar. Ia diberi akal dan pikiran untuk berpikir dan bertindak sesuai apa yang ia pikirkan. Dan pengalaman adalah guru yang palng berharga. Dari pengalaman, diharapkan manusia mampu belajar dari kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya. Tidak ada seorangpun yang mau terjatuh ke lubang yang sama 2 kali, kecuali kalau orang tersebut adalah Dwinna dan dia tidak menggunakan kacamatanya ketika berjalan, jadinya dia nggak liat kalau ada lubang, terus dia jatuh deh. Pluuuuuung…….

Terkait tugas-tugas seksi humas dan transportasi yang TIDAK DAPAT TERLAKSANA DENGAN BAIK, maka semestinya ada sangat banyak hal-hal yang harus dievaluasi. Beberapa hal yang ingin saya sarankan adalah :

Jalankan fungsi humas dan fungsi transportasi dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya, tidak perlu menunggu ada perintah terlebih dahulu. KREATIF dan INISIATIF, itu kuncinya.

Handle sendiri masalah penyebaran undangan. Jangan mempercayakan kepada orang lain yang kira-kira kurang bisa dipercaya untuk menyebarkan undangan. Karena selain hal itu adalah merugikan, mempercayai orang lain juga merupakan suatu hal yang bisa mengarah kepada kemusyrikan, karena seharusnya hanya kepada Allah-lah kita percaya.

Bila ingin diliput media massa, langsung datangi saja media massa yang diinginkan tersebut dan berikan tawaran sponsorship supaya mereka mau meliput acara kita.

Luruskan niat dan mantapkan hati serta tegarkan langkah untuk mencari sumber dana. Bila kita berada di jalan yang benar, jangan mudah menyerah dan putus asa untuk mencari dana karena rezeki akan datang dari arah yang tak duga-duga.

Itulah tadi beberapa saran dari saya, yang seharusnya sangat tidak pantas diucapkan oleh mulut seekor makhluk rendahan seperti saya yang TIDAK BECUS memegang amanah sebagai koordinator seksi humas dan transportasi. Sebenarnya semua sistem dibuat dengan sebaik-baiknya demi mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya juga. Namun pada kenyataannya seringkali terjadi banyak kesalahan dan kekhilafan di dalam pelaksanaannya. Jadi dalam hal ini, kesalahan bukan pada sistemnya melainkan pada diri saya yang menjalankan sistem tersebut. Silahkan bunuh saja diri saya yang kurus kerempeng begeng hina dan rendahan serta pecundang ini bila hal itu adalah yang terbaik. (kayaknya Ade bakalan seneng banget nih kalo ngeliat saya mati. Dengan wafatnya saya, maka Ade boleh mengklaim dirinya sebagai mahkluk paling imut yang masih hidup sampai saat ini).

Kritik dan Saran serta Harapan juga Impian

Kritik bagaikan sebuah keripik, ada yang pedas dan ada yang manis. Secara keseluruhan mungkin acara seminar ini terlihat cukup sukses. Tapi tidak dapat kita pungkiri juga bahwa seminar ini memiliki banyak kekurangan, baik itu yang terlihat secara jelas maupun yang samar-samar. Berikut ini adalah beberapa kritik yang kiranya ingin saya sampaikan terhadap acara ini secara keseluruhan :

Jumlah peserta yang overload, yang membuat susunan tempat duduk pada saat acara berlangsung menjadi SANGAT-SANGAT TIDAK NYAMAN. Sebenarnya kesalahan bukan pada pihak panitia, tapi pada pihak Dekanat yang memaksakan kehendaknya tanpa melihat realita yang ada. Betapa Dekanat dengan napsunya sangat menginginkan supaya seminar ini dihadiri oleh +- 300 orang, padahal kapasitas ruangan hanya efektif untuk peserta yang kurang dari 200 orang. Inilah jadinya kalau pemimpin terlalu jauh dengan rakyatnya, sehingga ia tidak mengetahui secara pasti situasi seperti apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh rakyatnya.

Adanya campur tangan dari Dekanat terkait masalah konsumsi. Saya tidak tau apakah dengan ikut campurnya Dekanat dalam masalah ini akan memberi keuntungan atau malah kerugian bagi kita selaku panitia.

Sudah menjadi suatu hal yang umum bahwa bila diadakan suatu seminar, maka panitianya adalah ORANG YANG PALING TIDAK MENGETAHUI ISI ACARA tersebut. Memang sih sebenarnya panitia dibentuk untuk melayani peserta. Tapi apa gunanya kalau panitia sendiri tidak mengetahui jalannya acara? Kecuali panitia yang stand by di dalam ruangan yang jumlahnya pun sangat sedikit, rekan-rekan panitia lain banyak yang terlihat mondar-mandir gak jelas. Sebenarnya ini bukan salah panitia, karena memang masih ada bayak hal yang harus mereka kerjakan. Namun sebaiknya tolong dipikirkan dengan lebih baik lagi bagaimana caranya supaya panitia juga bisa ikut serta mengikuti jalannya acara.

Pengaturan tempat konsumsi masih belum jelas. Setelah peserta mengambil makanan, mereka bingung harus makan dimana mereka. Entah karena belum ada sosialisasi yang jelas atau memang karena pesertanya aja yang “tambeng”. Harapannya peserta diberi arahan dan diberi bantuan serta petunjuk dan bimbingan untuk kembali kepada jalan yang lurus supaya mereka tidak terjerumus pada kesesatan yang dapat mendekatkan mereka kepada azab neraka. (????????)

Seekor Kadept KASTRAT, eh KORSLET yang bernama Ayu Miftah Utami seringkali berkata demikian : “ambil yang baik, buang yang buruk, ciptakan yang baru”. Harapannya dari segala yang terhadi di kepanitiaan ini, bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjalani kepanitiaan lainnya di kemudian hari.

Yah kiranya hanya ini sajalah yang dapat saya sampaikan. Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang ada pada diri saya karena saya adalah seekor mahkluk hina dan rendahan yang tidak pantas untuk menjalani hidup ini. Terima kasih banyak atas segala perhatian dan bantuan yang telah diberikan oleh rekan-rekan panitia yang selalu senantiasa ceria di segala suasana baik dalam suka mapun duka dan dalam cinta maupun tawa hahahahahaha…..

Ucapan Terima Kasih

Kami atas nama seksi Humas dan Transportasi, dan saya atas nama C-Kink Sahid Syaifullah mengucapkan terima kasih kepada :

Allah swt Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, karena atas berkat rahmat dan kuasa-Nya lah sampai saat ini saya masih diberikan kesempatan untuk menjalani hidup yang indah ini.

Muhammad Rasulullah saw selaku junjungan dan panutan serta teladan bagi kita semua. Tiada manusia yang lebih indah selain dirimu yang mencintai umatnya layaknya matahari yang tak henti menyinari bumi.

Pudji Indrawati dan Astoto Slamet selaku ibu dan ayah saya yang telah merawat saya dari sejak zaman dahulu kala dan telah mewariskan gen yang berkualitas pada diri saya sehingga saya bisa imut-imut seperti ini.

Toyota Solluna warna ijo tua B 8076 SP (yang seharusnya udah ganti STNK jadi B 1284 UW) yang selalu setia mengantarkan kemana diri ini hendak melangkah.

Widya Adi Nugraha si tukang kawin yang telah memberikan amanah koordinator Humas dan Transportasi kepada diri saya. Perempuan mana lagi yang kau janjikan akan kau nikahi? (mengutip dialog dalam film Ayat-Ayat Cinta).

Ida Ismawati, gadis mungil Magelang adeknya Mas W.A yang seringkali saya perbudak dan saya zhalimi selama menjalani tugas-tugas di seksi Humas dan Transportasi. Mana rambutannya?

Yuliansyah Susanto, gadis yang ngaku-ngaku manis, padahal sih bau amis. Setelah sekian lama melhat dirimu sebagai bendahara akhirnya kali ini kamu dapet jabatan sebagai sekretaris. Tapi tetep aja pelitnya gak ilang-ilang. Kalo pelit ntar masuk film hidayah lho, dengan judul “Seekor gadis pelit mati dengan perut meledak”. Hiiiiii……

Hasan, Dimas dan anak-anak seksi acara lainnya yang telah bekerja keras menyukseskan acara seminar ini.

Nadia Siringoringo, anaknya Peterson Siringoringo atau calon istrinya ya?

Eko dan Ade, 2 ekor makhluk paling autis di kepanitiaan ini. Silahkan kalian saling berlomba-lomba dalam keautisan.

Doni Wisnu Nugroho, seekor buaya dari Sragen yang tidak henti-hentinya menggoda setiap betina yang melintas dihadapannya. Tak hujat kamu ntar…

Meidwinna Vania Michianto Susilowati Pambudi Hudayanto, yang telah menggantikan uang kita semua. Tapi uang transportasi larinya kemana ya?

Ridho, Bibah, Ninan dan anak-anak pubdek lainnya yang telah menghias ruangan dengan sangat hancur. Huohohohohoho….

Andhika Pranayudha, Cahyo Ridho Pambudi dan rekan-rekan perkap yang bekerja tak kenal lelah dan tak kenal menyerah serta tak kenal siapa-siapa. (????????)

Akhyar Iqbal Alzuhri yang mempercayakan diri saya untuk menggantikannya menjaga stand, dimana pada akhirnya saat itu ada +- 35 orang yang membeli tiket. Alhamdulillah….

Kharis dan rekan-rekan tim desain yang telah mendesain segala desain dengan sedesain-desainnya sehingga mendesainkan desain-desain yang tidak terdesain sebelumnya oleh desainer yang mendesain desain-desain lainnya.

Seluruh rekan-rekan panitia yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu, baik itu yang saya kenal ataupun yang gak saya kenal dan yang kenal saya maupun yang gak kenal saya. Semoga silaurrahim kita tetap terjaga.

Para undangan yang telah menunjukkan itikad baiknya untuk menghadiri acara. Betapa bahagianya melihat kalian merespon undangan saya, karena dengan ini berarti kehadiran saya di dunia ini diakui oleh kalian semua. Huiks huiks…. Huiks…. Srooot… Huiks….

Dan semua pihak serta semua makhluk yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu saya di dalam hidup saya yang singkat ini. Semoga kita semua bisa berkumpul lagi di akhirat nanti.

Ending Penutup

Alhamdulillah ternyata kita masih diberi umur oleh Allah Yang Maha Lembut untuk dapat membaca LPJ ini sampai selesai. Betapa indah karunia yang telah diberian-Nya kepada kita semua. Jadilah manusia-manusia terbaik yang selalu bersyukur bila diberi rezeki dan selalu bersabar bila diberi cobaan. Janganlah menyerah dan putus asa, karena Allah bersama kita. Bila Allah bersama kita maka apalagi yang kita takutkan, sedangkan bila Allah jauh dari kita maka apalagi yang bisa kita harapkan. Buktikan kepada dunia bahwa kita adalah seorang juara karena kita adalah individu-individu terbaik yang ditakdirkan untuk menjadi khilafah di muka bumi ini.

Terakhir, kita punya pantun dari Olga :

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUSI…

CUKUP SEKIAN DAN TERMIA KASIH…”

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s