LPJacara

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara

Seminar Hari Pendidikan Tinggi Teknik 62

Latar Belakang

Alhamdulillahirabbilalamin segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, hari ini saya (Hasan Al Mufarrid Drihim, calonPresiden

RI

) masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup saya sehingga saya selaku koordinator seksi acara diperkenankan untuk menulis LPJ ini. Saya ucapkan terima kasih yang teramat sedikit kepada Aa’ Widya Adi dan rekan-rekan SC karena saya telah diberi amanah untuk menjadi koordinator seksi acara untuk acara seminar HPTT ini. Saya tidak mengerti mengapa saya yang ditunjuk untuk mengemban amanah ini, apakah itu semua semata karena keTAMPANan dan keKERENan saya? Hanya mereka yang tau….

Idealita

Awal mulanya, saya dan rekan-rekan seksi acara memiliki rencana sebagai berikut :

Mengundang 2 orang menteri sebagai pembicara.

Karena namanya adalah seminar nasional, jadi pembicaranya juga harus tingkat nasional donk. Karena itulah kami berencana untuk menghadirkan 2 orang menteri sebagai pembicara dalam seminar ini. Tentunya bukan Menteri Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang saat ini dijabat oleh Alvianto Hanivatun Nisa.

Konsumsi diberikan secara prasmanan kepada peserta dan pembicara.

Urusan perut adalah urusan yang tidak bisa disepelekan. Bila kita menyepelekan masalah perut, maka hasilnya bisa dilihat pada diri C-Kink yang biarpun imut tapi gak pernah bisa gendut. Tapi kalau urusan perut terlalu diperhatikan nanti jadinya malah kaya Doni yang gendut dan gak imut. Untuk itu kami berencana memberikan konsumsi secara prasmanan supaya peserta dan pembicara bisa memilih sendiri sesuai selera perut dan lidah mereka.

Adanya follow up dari acara seminar ini.

Apa itu follow up? Follow = mengikuti. Up = keatas. Jadi follow up = mengikuti keatas. Bukan begitu? Bukaaaaan….. Maksud saya, follow up disini adalah adanya tindak lanjut dari acara seminar ini. Tindak lanjut seperti apa? Ya saya juga belum tau tuh.

Menghadirkan Mbah saya yang bernama B.J Habibie selaku keynote.

Saya punya niat untuk menghadirkan Mbah, eh Bapak Habibie selaku keynote speaker dikarenakan beliau memiliki kompetensi yang tinggi khususnya di bidang keteknikan, jadi mungkin hal ini bisa menjadi nilai lebih bagi acara ini.

Dihadiri oleh buuuaaaanyak peserta.

Awalnya target peserta kami tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan akademisi saja, tapi kami juga ingin acara ini dihadiri oleh makhluk-makhluk lainnya. Tapi setelah kami pikir kembali, bakalan serem juga kalo makhluk-makhluk ghaib seperti Suster Ngesot, Kuntilanak, Pocong, Sadako dan teman-temannya ikut menghadiri acara ini. Nanti nama acara ini bukan lagi “Seminar Nasional HPTT” tapi berganti menjadi “Konferensi Makhluk Ghaib Sedunia”. Jadi kami batasi supaya peserta acara ini hanya dari kalangan manusia dan teman-temannya saja dengan target secukupnya. (padahal acara ini ditujukan buat manusia, tapi ketua panitianya kok seekor buaya?).

Realita

Itulah tadi rencana-rencana yang telah kami niatkan kepada acara ini. Namun pada kenyataannya rencana kami tersebut bagaikan peribahasa yang berbunyi “jauh panggang dari api, jauh di mata dekat di hati” (??????). Apa saja kenyataannya? Tekan tutsnya dan mainkan…..

Niat untuk menghadirkan menteri sebagai pembicara Alhamdulillah tidak dapat terlaksana. Akhirnya kami hanya menghadirkan alumni-alumni Fakultas Teknik UGM lulusan jaman baheula untuk menjadi pembicara.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa rencana awal kami adalah mendatangkan B.J Habibie langsung dari Jerman sebagai keynote speaker. Tapi beliau tidak dapat dihubungi, sehingga kami mengalihkannya kepada Pak Sudjarwadi selaku Rektor UGM. Dan sayangnya pada saat acara berlangsung beliau juga tidak dapat hadir dikarenakan harus mengikuti pelaksanaan wisuda UGM. Jadinya kemarin gak ada keynote speakernya deh. Huiks…. Huiks…. Kalo tau gini mendingan saya aja yang jadi keynote speakernya.

Alhamdulillah pesertanya ternyata benar-benar banyak, bahkan TERLALU BANYAK sehingga kapasitasnya menjadi overloaded dan mengakibatkan peserta merasa kurang nyaman dalam penataan tempat duduknya.

Alhamdulillah juga, niat kami untuk memberikan konsumsi secara prasmanan dapat terlaksana. Namun adanya sedikit campur tangan dari Dekanat membuat kami kurang leluasa mengatur masalah konsumsi ini. Tapi itu hanya masalah komunikasi saja antara pihak panitia dengan pihak Dekanat.

Setelah saya kaji dan saya teliti serta saya amati dan saya perhatikan, saya rasa koordinasi masih belum berjalan dengan baik, khususnya pada saat pelaksanaan acara. Banyak panitia yang melupakan jobdesknya dan ngluntang-lantung gak jelas, termasuk saya sendiri.

Sekali lagi saya ucapkan Alhamdulillah karena saya dan rekan-rekan seksi acara cukup kompak dalam menjalani kepanitiaan ini. Ini bukan narsis lho, ini cuma pengen pamer aja. Huahahahahahaha……

Saran dan Kritik

Sebelum saya akhiri LPJ saya yang ancur ini, ijinkanlah saya untuk memberikan beberapa saran dan kritik terhadap acara ini untuk menjadi pelajaran bagi kita semua nantinya.

Lain kali kalo mau milih koordinator tiap seksi jangan hanya dilihat dari keTAMPANannya saja, seperti pada kasus saya. Saya tau dan saya sadar serta saya mengetahui bahwa saya ini memang sangat-sangat TAMPAN, tapi jangan jadikan itu alasan untuk menjadikan saya sebagai koordinator seksi acara, karena tampilan luar bukan jaminan. Selain pada diri saya, kasus ini juga terjadi pada C-Kink. Kita semua tau dan kita semua mengetahui serta mengakui bahwa C-Kink adalah manusia PALING IMUT di seluruh penjuru dunia binatang, tapi jangan hanya karena keimutannya tersebut lantas beliau dijadikan koordinator seksi humas dan transportasi. Mari kita ambil contoh pada diri Aa’ Widya Adi yang meskipun dia gak ada ganteng-gantengnya pisan, tapi dia memiliki kemampuan untuk menjadi ketua panitia acara ini (ini pujian apa hinaan ya?).

Koordinasi antara sesama rekan-rekan panitia harapnya dijaga dengan sebaik-baiknya. Kerja kita bergantung pada keKOMPAKan kita, jadi bangunlah keKOMPAKan itu di dalam diri sesama rekan-rekan panitia. Untuk itu, marilah kita potong rambut di KOMPAK, tempat cukur cowok cerdas. Loh kok malah promosi?

Pilihlah pemateri dan pembicara yang benar-benar kompeten, khususnya dalam hal kedisiplinan terhadap waktu, kesiapan materi dan penyampaian materi yang sesuai dengan TOR yang diajukan. Jangan sampi pemateri malah memanfaatkan acara seminar seperti ini untuk mempromosikan “jualannya”.

Carilah back-up dari setiap pemateri (istilahnya : pemain cadangan), buat jaga-jaga kalo ada pemateri yang ternyata tidak bisa hadir.

TEPAT WAKTU WUOOOOOOYYYYY!!!!!! Jangan hobi ngaret. Kenapa? Karena ngaret sama saja dengan pembunuhan secara halus. Tidak ada yang tau kapankah usia kita akan berakhir, jadi MANFAATKAN SETIAP DETIK yang telah diberikan-Nya.

Sekian dan mohon maaf bila banyak salah yang terjadi pada diri saya didalam menjalani kepanitiaan ini. Tetaplah semangat dan jalani hidup ini dengan ceria.

Ucapan Terima Kasih

Hasan Al Mufarrid Drihim would like to say thanks to :

Allah swt yang Maha Pengasih serta Maha Pemurah. Betapa indah rezeki yang telah kau berikan pada hamba-Mu ini ya Allah….

Widya Adi Nugraha selaku ketua panitia yang sifat buayanya Naudzubillahimindzalik.

Dimas, Nadia, Asep, Eko dan satu orang lagi yang saya lupa namanya, selaku rekan-rekan seksi acara yang telah bekerja dengan sebaik-baiknya.

Slamet Parmanto si pejabat yang dapet kaos panitia gratisan.

Meidwinna Vania Michiani selaku bendahara yang sepertinya ada affair dengan Akhyar. Astagfirullah…

Yuli Susanti yang mengingatkanku pada seekor model di uang kertas 500 rupiah.

Semua rekan-rekan panitia yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu-persatu (karena saya gak apal) yang telah berusaha sekuat tenaga untuk menyukseskan acara seminar ini.

Dan seluruh pihak yang telah turut serta berpartisipasi di dalam acara ini.

Serta ucapan terima kasih yang sangat-sangat spesial kepada C-Kink Syahid Syaifullah, karena beliau-lah yang menulis LPJ ini. Huahahahaha….. Dikarenakan Hasan sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk menulis LPJ, maka ditugaskanlah seekor makhluk imut bernama C-Kink untuk mewakilinya menulis LPJ ini. Ya sudahlah, tawakkal aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s