HargaDiriMahasiswa

Hari masih pagi tapi aku udah ngalamin hal yang menarik. Pagi ini aku ada kuliah jam 7 pagi sama Pak Andang. Tapi setelah Sahur dan Subuh-an dan belajar, aku tidur lagi jam 6 dan baru bangun jam ½ 7. Akhirnya setelah berdandan dan segala macem lainnya, aku baru berangkat jam 07.05. Aku gak langsung ke jurusan tapi mampir ke BEM dulu, soalnya aku ninggalin sepatu Ellese-ku disana.

Setelah ngebut2 bang-jo bablas, aku nyampe kampus jam 07.14 dan langsung ke BEM. Sesampainya disana, ternyata ruang BEM KOSONG dan TERKUNCI. Wuaduh gawat nih, sepatuku kan ada di dalem. Langsung aku telpon Nasikun selaku KRT (KerumahTanggaan) BEM ini. Di jawab di ujung sana kalo dia lagi nge-net di KPTU dan dia gak bawa kunci karena kuncinya lagi di Andhika. Terus langsung aku telpon Andhika, gak ada jawaban. Aku telpon Mas Ayi, gak ada jawaban juga. Ketiga orang tersebut (bersama aku) merupakan Takmir BEM yang tiap malem suka nginep di BEM. Sebenernya masih ada Doni, tapi dia lagi pulang ke Sragen. Sedangkan aku kemaren gak nginep gara2 kecapekan abis ikut ESQ yang menguras darah, keringat dan air mata.

Aku masih berdiri sendirian di depan ruang BEM dengan keadaan pintu terkunci. Sempet kepikiran buat nelpon Nadia, Fauzi atau makhluk2 BEM lainnya yang punya kunci BEM. Tapi dengan keadaan yang udah telat masuk kuliah, gak ada yang menjamin bahwa mereka saat ini lagi ada di kampus dan bisa membantuku ngebukain pintu BEM ini dalam waktu kurang dari 5 menit. Sempet kepikiran juga buat dateng kuliah dengan make sendal aja. Tapi aku batalin niatku yang ini, soalnya aku telah “menodai” HARGA DIRIku sebagai mahasiswa dengan TELAT DATENG KULIAH, masihkah aku akan menodainya lagi dengan dateng kuliah menggunakan SENDAL?

Akhirnya aku langsung memutuskan untuk pulang dulu ngambil sepatu North Star-ku. Langsung kugeber MyLovelySolBro secepat mungkin untuk pulang ke kosan dulu. Entah udah berapa motor yang nyaris nabrak aku (atau aku yang nyaris nabrak mereka ya?). Dan setelah melaju dengan kecepatan yang nyaris mendekati kecepatan suara, akhirnya aku bisa nyampe di kampus lagi jam 07.29. Huohohohoho….

Apa yang dimaksud dengan HARGA DIRI pada 2 paragraf sebelum ini? Sadarlah kawan bahwa DATANG TEPAT WAKTU dan MENGGUNAKAN SEPATU pada saat kuliah merupakan BAGIAN DARI PERATURAN. Terus kenapa? Begini lho Jeung ceritanya…

Peraturan dibuat untuk mewujudkan terciptanya suatu keteraturan dan KEINDAHAN. Perlu diingatkan sekali lagi bahwa KEINDAHAN merupakan salah satu nama ASMAUL HUSNA. Jadi kalo kita melawan peraturan, sama artinya dengan kita mencoba merusak keindahan, dan sama artinya juga dengan MERUSAK ASMAUL HUSNA. Bukan begitu?

Mungkin paragraf di atas masih belom mampu menjelaskan secara jelas tentang masalah tersebut. Tapi semoga suatu saat nanti kita bisa mengerti tentang masalah ini. Sesungguhnya bukan mata yang buta, tapi hati yang buta. Setelah ini, masihkah kita berani untuk MELENGGAR PERATURAN?

2 Comments Add yours

  1. miChi says:

    harga diri…right!!aku stuju..sbagai seorang muslim pun kita harus mempunyai harga diri…hm,apa tuh namanya ‘izzah’ alias kemuliaan, ya kan bos???hehe

    tapi mas, jangan lupa..ngebut di jalan juga gak boleh lho.slain berbahaya juga mengganggu pngguna jalan lainnya.mengganggu berarti mendzalimi loh..dan,jangan lupa!berkendara di jalan juga ada aturannya loh..ada aturan yang harus ditaati para pengguna jalan…
    seperti kata mas…
    “Peraturan dibuat untuk mewujudkan terciptanya suatu keteraturan dan KEINDAHAN. Perlu diingatkan sekali lagi bahwa KEINDAHAN merupakan salah satu nama ASMAUL HUSNA. Jadi kalo kita melawan peraturan, sama artinya dengan kita mencoba merusak keindahan, dan sama artinya juga dengan MERUSAK ASMAUL HUSNA. Bukan begitu?”

    ati2 mas, ntar kena tilang lagi…hehe

    oiya, masalah harga diri sbenernya luas banget loh..dan banyak di antara kita yang entah sadar atw gak sadar sering melakukan sesuatu yang merusak harga diri, ya gak??contoh: korupsi kecil2an, nyontek, naik motor gak pke helm, jorok(maksudnya gak menjaga kebersihan diri atw thaharah), buang sampah sembarangan, boros, kikir, pelit, apa lagi yah??hehe..tambahin sendiri dah!!

    sesungguhnya manusia itu tak bisa hidup tanpa mnusia lain. jadi setiap manusia sesungguhnya memiliki kebergantungan dengan orang lain.termasuk dalam hal nsehat menasehati, jadi kalo aku slah mhon dikoreksi yak…biar gak slah jalan..hehe

  2. ckinknoazoro says:

    asw

    dan salah satu masalah dalam harga diri adalah ketika kita tidak mau mengakui ke-IMUT-an seseorang, padahal dalil2 dan bukti2 ke-IMUT-an orang tersebut sudah benar2 nyata. entah kesombongan macam apa yang membuat kita enggan menolong saudara kita? hohohoho…. gak nyambung ya?

    wasw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s