DakwahMenulis

Dakwah Kepenulisan

Menulis. Sebuah hal yang dirasa cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan menulis, segala keluh kesah bisa tercurahkan. Segala pola pikir bisa terapresiasikan. Segala usulan bisa tersampaikan. Dan segala pengetahuan bisa terajarkan. Dengan tulisan pula, kita bisa menambah wawasan tentang semua hal yang belum kita ketahui sebelumnya.

Banyak hasil tulisan dalam bentuk karya sasra yang mampu menghibur dan menghipnotis banyak orang. Banyak karya sastra yang mampu mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang. Banyak karysa sastra yang mampu menjadi inspirasi dan pelopor pergerakan. Tulisan memang tidak berbicara, namun ia mampu menyihir kita dengan untaian kata-kata indahnya.

Namun, belakangan ini mulai hadir karya sastra yang pada intinya menjerumuskan kepada kesesatan. Kini muncul novel-novel dan artikel-artikel yang tidak mencerahkan namun justru mendekatkan kepada kebinasaan. Sebagai contoh, maraknya novel-novel yang biasa disebut teenlit atau cheeklit yang pada umumnya mengajarkan tentang romantika semu dunia pacaran yang tidak membawa manfaat apa-apa selain melemahkan iman. Sering pula terjadinya perang antar pola pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Bahkan akhir-akhir ini muncul karya sastra yang oleh penyair Taufik Ismail disebutnya SMS (Sastra Mazhab Selangkangan) atau GSM (Gerakan Syahwat Merdeka), yaitu sekumpulan karya sastra yang mengumbar aurat sebagai nilai jualnya.

Melihat ini semua, apakah kita akan tetap mematung dan berdiam diri menyaksikan keburukan yang semakin lama semakin menjadi? Tentunya kita tidak ingin bila suatu hari nanti orang-orang terdekat kita terkena pengaruh karya sastra yang menyesatkan tersebut. Bukan hanya orang dekat kita saja, tapi juga mereka semua khususnya para pemuda yang suatu hari nanti akan menjadi generasi harapan penerus bangsa.

Apakah cukup dengan menasihati dan melindungi dari serangan karya sastra menyesatkan tersebut? Iya, mungkin hal itu memang perlu dilakukan dan itu pun merupakan suatu kebaikan. Tapi akan lebih baik lagi jika kita turut serta ke dalam peperangan dunia sastra tersebut dan kita serang balik mereka dengan menelurkan karya sastra yang mencerahkan, yang akan mendekatkan pembacanya kepada akidah Islam.

Selama ini karya sastra sering dijadikan peluru bagi mereka untuk melemahkan akidah umat Islam. Dan dengan didukung oleh pembentukan opini media

massa

, peluru-peluru tersebut menjadi semakin mudah mencapai sasarannya.

Kini sudah waktunya untuk berubah. Kita pun bisa memanfaatkan karya sastra sebagai media dakwah. Kita bisa memanfaatkan karya sastra untuk menyerang pola pikir mereka dan mengarahkan pola pikir masyarakat untuk kembali ke jalan kebenaran. Kita telurkan karya sastra yang bernilai Islami yang mampu mendekatkan kita kepada keselamatan, bukan karya sastra “sampah” yang dapat menjerumuskan dan melemahkan iman serta semakin mendekatkan pembacanya menuju jurang kehancuran.

Pertanyaannya, apakah kita akan mampu melakukannya, mengingat betapa saat ini dunia sastra seakan-akan sebagian besarnya begitu dikuasai oleh mereka dengan karya sastranya yang menyesatkan. Sekalipun ada sastra Islami, minat masyarakat kepadanya masih kurang terbukti. Jadi, mampukah kita? Jawabannya adalah : iya. Dengan izin Allah dan dengan ucapan Basmalah, Insya Allah kita akan mampu melakukannya. Selama kita berada di jalan kebenaran, maka semua kebatilan akan dapat kita kalahkan.

Menulis karya sastra Islami, mungkin bisa dijadikan sebagai salah satu media dakwah. Karya sastra yang jika orang membacanya, maka akan terpancarkan keindahan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Akan terkuak kebenaran yang dibawakan oleh Islam. Dan akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku serta akidah masyarakat untuk kembali kepada ajaran Islam.

Untuk itulah aku hadir disini, yaitu untuk menebarkan dakwah Islam melalui media tulisan. Tidak perlu ragu-ragu untuk melangkah maju. Insya Allah kita berada di jalan kebenaran, jadi tidak ada yang perlu kita risaukan. Jika Allah bersama kita, maka apa lagi yang perlu kita takutkan? Mungkin dalam perjalanan dakwah penulisan ini, akan banyak kerikil-kerikil yang merintang menghalangi. Tapi cukuplah Allah sebagai pelindung, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Kita semua percaya bahwa suatu hari nanti cahaya Islam akan kembali bersinar dan Islam akan kembali berjaya menguasai dunia. Dan saat ini, kita adalah orang-orang yang Insya Allah akan mewujudkan hal tersebut…

2 Comments Add yours

  1. aku suka bangt ma jrocks n laruku,,tolong minta translet teks laruku yg judulnya my heart draws a dream dalam b.indo,,pmaksh sblumnya..salam knal

  2. ckinknoazoro says:

    yuk yah… tunggu ya, insya Allah tar aku terjemahin dulu. tapi nggak gratis lho… ohohohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s