BEMKMFTworkTogether

Wahai seluruh manusia di seluruh penjuru dunia binatang, izinkanlah aku menyampaikan suatu maklumat seperti berikut ini, sebuah maklumat yang mungkin bisa bermanfaat bagi rekan-rekan semua….

Buat rekan-rekan semua yang hendak melangsungkan pernikahan, maka izinkanlah kami dari BEM KMFT UGM untuk memfasilitasi segala persiapan pernikahan kalian. Maksudnya gimana? Ya gak gimana-gimana. Begini lho ceritanya, BEM KMFT kan terdiri dari 7 Departemen + PH. Tidak ada salahnya kalau kita manfaatkan mereka sesuai dengan fungsinya masing-masing untuk menjadi P3K. Apa itu P3K? P3K atau biasa disebut PPPK adalah Panitia Persiapan Pernikahan Kalian. Seperti sudah disebut pada kalimat pertama dari paragraf ini bahwa BEM KMFT bersedia untuk memfasilitasi kebutuhan teman-teman yang merasa sudah ingin, niat, mau dan mampu untuk menikah. Sekalipun belum ada calonnya, sekalipun belum ada biayanya, sekalipun belum ada persiapannya, Insya Allah hal tersebut tidak masalah karena kami disini siap membantu kalian untuk menjalankan perintah Agama dan Sunah Rasul, yaitu menikah, yang merupakan ½ dari agama.

Masih bingung juga ya gimana caranya? Yuk mari kita simak penuturan berikut ini….

“BEM KMFT Helps You to Do Munakahat”

Tahap Persiapan

1. Mencari Jodoh

Tahap pertama dan yang terpenting sebelum dilangsungkannya pernikahan adalah mencari jodoh, yaitu berupa seekor suami/istri. Mengapa? Jelas, karena pernikahan tak akan berlangsung tanpa adanya calon suami/istri. Kalo nikah cuma sendirian doank apa enaknya? Kecuali kalo kamu berjenis kelamin Hermafrodit kaya cacing Platyhelminthes yang ada di Buku Biologi jaman kelas 1 SMA dulu.

Dan untuk mencari siapakah gerangan si calon yang pantas, mari kita serahkan kepada DEPARTEMEN KASTRAT (Kajian Strategis). Dengan fungsinya sebagai pengkaji masalah dan pencari solusi, Insya Allah dengan kemampuan mengkaji dan merisetnya, KASTRAT akan mampu untuk menyeleksi dan mengaudisi siapakah kiranya calon suami/istri yang pantas untuk kalian pinang nantinya.

2. Melamar

Setelah calon mempelainya ditetapkan, maka kini tibalah waktunya untuk melamar. Selama proses melamar, adalah hal yang mungkin terjadi bila si calon mertua akan bersikap “kolot” dan “keras kepala” untuk menerima lamaran kita, bahkan malah menolak kita untuk menjadi menantunya. Alasannya bisa bermacam-macam, mungkin kita terlalu imut untuk menjadi menantunya, mungkin kita terlalu tampan untuk meneruskan keturunannya, atau apalah whatever.

Untuk itulah mari kita kerahkan algojo-algojo dari DEPARTEMEN ADVRO (Advokasi dan Propaganda) untuk melancarkan aksi demonstrasi di depan rumah calon mertua dengan satu tuntutan “Izinkan kami melamar anak Anda!”. Serta menggunakan kemamupuan propagandanya untuk mengubah opini keluarga mempelai terhadap diri kita. Dengan ini diharapkan calon mertua akan “keder” dan menerima kita untuk menjadi menantunya.

3. Mas Kawin

Butuh biaya untuk membeli mas kawin/mahar? Takut kekurangan biaya untuk membelinya? Gak masalah, silahkan minta aja uangnya ke BENDAHARA UMUM, Insya Allah akan diberikan pinjaman. Tinggal tulis proposal dengan rincian anggaran dananya dan kontraprestasi, maka dalam sekejap uang cair ada dalam genggaman deh.

4. Menyebar Undangan

Setelah semua persiapan sudah fix, maka kita perlu untuk memberitahukan kerabat-kerabat kita tentang acara pernikahan ini. Dan untuk masalah pendesainan serta penyebaran undangan ini, kita tau bahwa DEPARTEMEN INFOTEK (Informasi Teknik) adalah ahlinya. Ditangan mereka, Insya Allah undangan akan tersebar dan berita tentang pernikahan ini akan terpublikasikan dengan sebaik-baiknya.

5. Mengurus Surat-Surat Pernikahan

Sebuah tebakan jayus dan gak lucu mengatakan,

“Apa bedanya nikah sama kawin?”

yang dijawab dengan jawaban yang gak kalah jayusnya,

“Kalo nikah pake surat, sedangkan kalo kawin pake urat”

(Astagfirullah….)

Disini kita gak akan mempermasalahkan tentang surat atau urat tersebut. Tapi dari tebakan aneh tersebut, kita jadi mengerti bahwa kalo mau nikah itu perlu menyiapkan surat-surat, yaitu surat buat ngurus ke KUA, surat buat ngurus akta nikah atau surat-surat lainnya. Gak usah bingung ngurusin surat-surat tersebut, kan ada KSK (Kesekretariatan) yang ahli dalam dunia surat menyurat. Bukan begitu? Bukaaaaaann……

6. Menjalin Silaturrahin antara Kedua Keluarga

Tidak hanya hubungan kita dan calon mempelai saja yang harus berjalan dengan baik. Tapi hubungan antara keluarga kita dengan keluarga mereka pun harus berjalan dengan baik dan harmonis juga. Kita gak mau donk punya mertua yang galak yang gak suka sama kita, yang matanya suka melotot dan mendelik-mendelik kaya di sinetron? Jadi masalah keharmonisan antara kedua keluarga hal yang penting dan sudah dapat dipastikan bahwa DEPARTEMEN PO (Pengembangan Organisasi) adalah ahlinya di bidang ini. Dengan games-gamesnya ataupun training dan workshopnya yang melibatkan kedua keluarga, maka diharapkan dapat tercipta keakraban dan kekeluargaan diantara mereka semua.

Tahap Pelaksanaan

Konsep Acara

Bosenkah kalian dengan acara resepsi pernikahan yang itu-itu saja? Para undangan datang, ngabsen, masukin “amplop”, ngantri, salaman sama pengantinnya, makan-makan, terus udah deh langsung pulang. Bosen gak? Kalo gak bosen ya gak apa-apa, kita gak maksa kok….

Tapi dengan status kami sebagai BEM KMFT, maka kami mencoba menawarkan 3 konsep yang kesemuanya akan kami sajikan secara sekaligus di acara resepsi pernikahan ini. Apa aja, ini dia…

1. Profit Oriented

Denger istilah profit, pasti kita langsung keingetan sama uang. Denger kata uang, kita langsung inget sama wirausaha (entrepreneurship). Denger kata entrepreneurship, jelas kita langsung keingetan dengan TD (Technopreneurship Departement). Biasanya kan si pengantin selaku yang punya acara harus mengeluarkan biaya yang luar biasa besarnya untuk ngadain acara resepsi pernikahan kaya gini, terus setelah itu harus tambal sana-tambal sini, gali lobang sana-sini buat nutupin biaya pengeluarannya. Nah dengan jasa-jasa TD, diharapkan dari acara resepsinya sendiri pun kita sudah bisa menutupi pengeluaran-pengeluaran tersebut. Caranya gimana? Ya kita serahkan saja kepada TD selaku ahlinya menghasilkan uang. Mungkin suguhan prasmanan yang diberikan kepada undangan tidaklah gratis tapi harus bayar, atau bagi undangan yang mau foto-foto dengan pengantin pun harus bayar, atau ada batas minimal isi “amplop” yang diberikan, atau semacamnya lah.

2. Everybody Gets Happy

Pada umumnya, acara resepsi pernikahan yang menyuguhkan makanan-makanan lezat hanya dihadiri oleh kerabat dekat kita saja. Padahal makanan-makanan yang disajikan adalah makanan-makanan yang gak biasanya. Sadarkah kita bahwa diluar sana masih banyak manusia-manusia kelaparan yang untuk mencari sesuap nasi pun mereka kesulitan? Sadarkah kita bahwa diujung sana masih banyak anak-anak kecil tanpa oragtua yang membutuhkan kasih sayang dan kehangatan? Jadi sebaiknya acara resepsi ini tidak hanya menghadirkan kerabat saja, tapi juga mengundang mereka-mereka yang kurang mampu dalam kehidupannya. Para pemulung, fakir miskin, anak yatim dan semuanya dapat menikmati acara ini, dapat menikmati hidangan yang disediakan. Dan untuk masalah ini, DEPARTEMEN SOSMAS (Sosial Kemasyarakatan) adalah ahlinya. Jadi tinggal diatur aja gimana mereka mau menempatkannya.

Mungkin agak kontra ya dengan profit orientednya TD diatas? Ya gak masalah kok, semuanya bisa diatur. Tawakkal aja yah…

3. Don’t Forget the Entertainment

Seperti judulnya, “jangan lupakan hiburannya”, maka acara resepsi ini pun sebaiknya diadakan hiburan-hiburannya juga. Tujuannya apa? Tujuannya adalah supaya para undangan gak langsung pulang setelah makan. Jadi mereka bersedia untuk diam lebih lama di tempat sambil menikmati suguhan hiburan yang ada, dan sesama undanga bisa saling berinteraksi dan bersilaturrahim untuk menambah kenalan. Tentunya adalah hal yang mudah bagi DEPARTEMEN OASE (Olahraga, Apresiasi dan Seni) untuk mengurusi masalah hiburan ini. Mungkin dengan mengadakan panggung musik, tarian daerah, lomba foto bersama pengantin atau lainnya, maka undangan pun akan terpuaskan dengan acara resepsi ini.

Tahap Sesudah Pelaksanaan

Nah acara pernikahannya udah beres. Sekarang waktunya untuk menjalani kehidupan kerumahtanggaan layaknya sepasang suami-istri, waktunya untuk menempati rumah baru, membeli perabotan, mengurus listrik dan air, menata taman, dan lain sebagainya. Untuk itulah kami menyediakan KRT (Kerumahtanggaan) untuk mempermudah mengurus segala properti rumah tangga. Kepada pengantin dipersilahkan untuk “bersenang-senang” dulu menikmati masa-masanya, sedangkan untuk urusan rumah tangga tinggal diserahkan saja kepada KRT. Dari mulai menyapu, ngepel, mencuci baju, masang listrik, masak dan semacamnya, KRT udah ahli kok mengurusi itu semua. (waduh ini KRT apa pembantu ya?)

Nah kiranya itulah semua yang dapat BEM KMFT lakukan untuk membantu rekan-rekan mempersiapkan pernikahan. Sudah cukup jelas kan? Inilah salah satu media yang dapat mempersatukan BEM KMFT kita….

Oiya mungkin masih ada yang bingung, kemana KETUM (Ketua Umum) dan SEKJEN (Sekretaris Jendral) nya? Hohohohoho….. Gak usah bingung. Disini kita bekerja sama untuk mempersiapkan pernikahan, dan kenapa gak ada nama KETUM dan SEKJEN dalam daftar diatas adalah karena YANG MENJADI PENGANTINNYA adalah KETUM dan SEKJEN itu sendiri. Huehehehehe…. Jadi kami ucapkan “SELAMAT MENIKAH” dan “SELAMAT MENJALANI HIDUP BARU” buat Ayi Wirawan dan Teguh Prasetyo. Semoga kalian berdua dilanggengkan hubungannya di dunia dan akhirat. Amiin…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s