GlobalisasiSucks

Kalo yang ini masih tugas Falsafah Iptek juga, tapi temanya tentang globalisasi.

Komentar :

Globalisasi, atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan pasar bebas, adalah suatu hal yang kita hadapi saat ini, terutama di dalam dunia kerja. Globalisasi adalah proses untuk membuat dunia ini “melebur” atau “menyatu” kedalam suatu keadaan yang menyeluruh (mengglobal). Mungkin di dalam hal ini, globalisasi lebih merupakan sebuah “tipu daya” dari kaum kapitalis yang hendak menguasai dunia dengan menyebarluaskan paham-paham kapitalismenya. Jadi singkatnya, globalisasi adalah proses untuk meng-kapitalis-kan dunia ini.

Beberapa waktu lalu, saya telah dipertontonkan sebuah film (yang saya lupa judulnya) yang bertema tentang globalisasi di dunia pekerjaan. Dalam film itu diperlihatkan sisi negatif dari globalisasi yang selama ini diabaikan oleh banyak orang. Bukan hanya diabaikan, tapi seakan-akan ada usaha untuk menyembunyikan sisi negatif ini, supaya orang2 hanya mengetahui kebaikan-kebaikan globalisasi saja. Dan bukan suatu kebetulan juga bahwa seperti ditunjukkan di dalam film tersebut, yang terkena dampak negatif dari globalisasi ini adalah kaum buruh di negara-negara miskin (atau berkembang), dalam hal ini adalah Indonesia.

Di dalam film tersebut diceritakan tentang nasib para buruh yang dipaksa bekerja melebihi waktu kerja yang seharusnya untuk membuat suatu produk, namun segala keringat mereka hanya dihargai dengan sangat-sangat murah. Padahal produk yang ia buat memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasaran Sebagai contoh, seorang buruh pabrik sepatu yang bekerja lebih dari 16 jam perhari di ruangan yang tidak semestinya dan mampu memproduksi banyak sepatu setiap hari, hanya digaji sebesar ribuan rupiah perharinya. Padahal sepatu yang mereka produksi setelah dijual di pasaran memiliki harga sampai jutaan rupiah. Dari logika ini, bagaimana mungkin seorang buruh sepatu yang setiap harinya memproduksi puluhan sepatu, tidak mampu membeli sepasang sepatu, dimana sepatu tersebut adalah hasil buatan tangannya sendiri? Tanya kenapa? Dan para buruh tersebut tidak punya hak untuk bersuara dan memperjuangkan nasibnya. Mereka dipaka tutup mulut oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau sampai mereka angkat bicara, pemecatan sudah menunggu di depan mata.

Semua ini tak lain adalah karena ulah para pemilik modal, atau kaum kapitalis. Merekalah yang berada di belakang semua ini (baca : globalisasi di dalam dunia kerja). Mereka hanya mementingkan bagaimana usaha mereka bisa sukses dalam berproduksi dan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa memperharikan nasib para buruh. Padahal sesungguhnya yang menjadi pelaku produksi utama adalah para buruh tersebut. Dan sekali lagi, inilah dampak negatif dari sistem kapitalisme, dimana sistem ini hanya menguntungkan para pemilik modal saja. Ibaratnya, yang kaya makin kaya, yang miskin tetap miskin dan semakin miskin. Para orang kaya disini bertujuan untuk memperbanyak dan melanggengkan kekayaannya, dengan menjadikan kaum miskin sebagai target mereka. Dan mereka melakukan ini semua dengan cara bersembunyi dibalik sesuatu yang bernama “kapitalisme” dan “globalisasi”.

Lalu bagaimana sikap kita menghadapi hal ini? Kita sendiri pun tidak dapat memungkiri bahwa globalisasi ini tidak dapat kita hindari. Globalisasi ini memang sudah terjadi, dan di kemudian hari akan semakin meluas. Hal ini tak lain adalah karena saat ini dunia dikuasai oleh kaum kapitalis yang hendak menyebarluaskan paham kapitalismenya secara terselubung dalam konsep globalisasi ini. Dan kalaupun kita memberontak, kita tak punya daya dan upaya untuk menghadapi kapitalisme dan globalisasi yang telah tersistem secara rapi dan busuk ini, karena bisa jadi justru kita yang akan tersingkir dan ikut menjadi korban. Jadi yang mungkin dapat kita lakukan adalah, kita harus mempersiapkan diri kita dan meningkatkan kualitas diri untuk menghadapi globalisasi, supaya kita tidak menjadi “korban” dari globalisasi ini. Tidak hanya sampai disitu, diharapkan setelah kita mampu bersaing untuk menghadapi globalisasi ini, kita pun melakukan suatu “counter attack” atau serangan balik terhadap mereka yang berada di belakang globalisasi ini, dalam hal ini adalah kaum kapitalis. Sistem kapitalisme telah terbukti tidak mampu membangun dunia ini secara adil dan menyeluruh. Begitupun dengan sistem sosialisme-komunisme yang telah mengorbankan jutaan nyawa dan hasil akhirnya tidak jauh berbeda dengan sistem kapitalisme. Lalu, pernahkah terbersit di dalam pikiran kita untuk menggunakan sistem kekhalifahan, dalam hal ini adalah khilafah Islamiyah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s