Berbagi Peran

Meskipun secara ga langsung, ada sekelompok kecil orang yang merasa “takjub” dengan keseharian gue. Seorang suami sekaligus ayah dari dua anak perempuan, tapi mampu membagi waktu dengan dunia kerja, juga termasuk aktivitas pribadi semacam menulis blog, bermusik, atau sekedar menyalurkan hobi fotografi dan berbagi inspirasi. Ada beberapa yang menyatakan secara langsung, ada beberapa yang menyiratkan…

Melawan [Hoax] Fitnah

Sebagai seorang yang cenderung introvert, apatis, sinis dan agak sarkastis, gue termasuk salah seorang yang bersikap “masa bodoh” terhadap apa-apa yang terjadi di dunia maya. Sekalipun gue bekerja di salah satu industri digital, tapi hal itu ga berarti membuat gue melek dengan dunia digital. Kecuali Digital Monster a.k.a Digimon yang jadi idola para anak lelaki…

Setelah Kematian Begitu Dekat

Rabu, 11 Januari 2017 di Stasiun Gambir, waktu menunjukkan pukul 7 malam. Gue dan keluarga gue, termasuk orang tua gue dan keluarga kakak gue udah duduk manis di dalem kereta Sembrani yang akan membawa kita ke pedalaman Jawa Timur.   Ini pertama kalinya anak gue yang kedua, si Laras, jalan-jalan pake kereta. Kalo anak yang…

Ketika Kematian Begitu Dekat

Senin, 9 Januari 2017 di Bandara Internasional Minangkabau, waktu menunjukkan pukul 7 malam. Gue melangkahkan kaki menuju pesawat yang akan membawa gue ke Jakarta. Duduk di tempat favorit gue yaitu di deket pintu darurat (soalnya kakinya lega), karena ga bisa tidur akhirnya gue menghabiskan +- 2 jam perjalanan di atas pesawat untuk baca buku karangan…

Surat Untuk Mama

Dalam rangka memperingati Hari Ibu bulan Desember 2016, kantor gue si ngadain kompetisi menulis Surat Untuk Ibu. Di kompetisi ini, karyawan diminta untuk menulis surat, yang nantinya surat ini akan kita bantu kirimin ke orang tua masing-masing. Meskipun dilombain, tapi substansi utamanya lebih untuk mempererat hubungan antara seorang anak dan ibunya.   Di kompetisi ini…

Surprise

Tulisan ini sebenernya lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul “Kurang Sedekah”. Setelah tau bahwa sedekah bisa menolak bala (dan menebarkan rasa cinta), mungkin lu jadi pada tertarik untuk mulai bersedekah. Pertanyaannya, bersedekah macem gimana?   Pada dasarnya, sedekah itu mudah. Memberi uang ke pengamen itu bagian dari sedekah. Ngasih senyum ke kerabat itu juga sedekah….

Kurang Sedekah

  Mungkin ada di antara lu yang merasa atau pernah mengalami kejadian kaya gini: ga ada angin, ga ada ujan, tiba-tiba kena musibah yang mengharuskan untuk mengeluarkan “biaya ekstra”. Bentuknya bisa macem-macem: bisa karena kena penyakit terus harus ke dokter atau beli obat, bisa kehilangan sesuatu (KTP, SIM, dompet dll), bisa karena ada sesuatu yang…

Ojekzone (4): Cinta [Tidak] Harus Memiliki

Aku duduk terdiam di atas tempat tidur. Masih terlihat beberapa bekas perban di sekujur tubuhku. Aku baru saja keluar dari rumah sakit karena beberapa waktu lalu motor yang kukendarai mengalami kecelakaan ketika aku sedang dalam perjalanan pulang dari kantor.   Selama aku dirawat di rumah sakit, khususnya ketika kondisiku sudah mulai membaik dan seluruh anggota…

Ojekzone (3): Persetan Dengan Jok Motor

Aku lupa kapan terakhir kali aku berpacaran. Aku juga lupa kapan terakhir kali aku punya pacar. Bahkan seingatku, dari sejak aku dilahirkan dari rahim ibuku, belum pernah sekalipun aku memiliki pacar.   Bagiku, berpacaran atau menjalin hubungan dengan perempuan bukanlah hal yang penting. Aku tidak tahu apa esensi dari berpacaran. Aku juga tidak tahu apa…

Ojekzone (2): Jok Motor Menjadi Saksi

“Apa yang Tuhan tawarkan dari kehidupan ini? Misteri.”*   Akhir-akhir ini banyak karyawan baru yang bergabung bekerja di kantor ini. Sebagai perusahaan Start-Up, perusahaan ini memang sedang membutuhkan banyak karyawan. Hampir setiap minggu pasti selalu ada saja karyawan baru. Termasuk 5 orang karyawan baru yang berada 1 divisi denganku. Dan lelaki itu adalah salah satunya….

Ojekzone: Cinta Sebatas Jok Motor

  Sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku di ruang kerja ini, cuma kamu satu-satunya perempuan yang mampu membuat mataku tidak berkedip lebih lama. Memang, kamu bukan satu-satunya perempuan di ruangan ini. Tapi sekali lagi, hanya kamu yang mampu menarik perhatianku. Bukan perempuan itu yang hanya doyan berdandan, atau perempuan satu lagi yang sering bertengkar dengan…

Siswa Titipan

  Bulan Agustus seharusnya menjadi bulan yang penuh dengan semangat perjuangan. Di bulan ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Di bulan ini, bendera merah putih yang biasanya hanya disimpan di dalam lemari, dapat dilihat berkibar dimana-mana. Orang tua, remaja, sampai anak-anak, semua berkumpul merayakan kemerdekaan. Tapi entah mengapa selalu saja ada pihak-pihak berotak udang…

Why I Uninstall My Path

  Postingan di atas yang gue tulis hari Jumat, 19 Agustus 2016 sekaligus mengakhiri karir dunia per-Path-an gue yang hanya berlangsung sekitar 3 tahun. Pertanyaannya, kenapa? Sekarang ini dengan teknologi yang semakin maju, dunia seakan berada dalam genggaman. Lebih tepatnya, di dalam sebuah smartphone yang biasa kita genggam. Segala jenis informasi ada di sana, mulai…

Cerpen Ramadhan – Hari 30 – Selesai

  “Seorang lelaki haruslah menyelesaikan apa yang telah ia mulai.”   Kamu mungkin tidak akan pernah menemukan kalimat tersebut dimanapun selain di sini, karena memang kalimat tersebut adalah prinsip yang aku tanamkan kepada diriku sendiri. Sebagai seorang lelaki, ketika kamu memutuskan untuk memulai sesuatu, maka kamu juga harus berani untuk menyelesaikan sesuatu itu. Dengan segala…

Cerpen Ramadhan – Hari 29 – Tangis dan Senyuman

Gumpalan tanah terakhir telah diletakkan. Lubang dimana terletak jasad Si Kaki Satu kini telah tertutup oleh tanah. Serta secuil batu nisan diletakkan di ujung, sebagai penanda. Tapi tangis Nia masih belum berhenti mereda. Nia memang tidak mengenal lelaki itu. Bukan hanya Nia, bahkan ternyata tidak seorangpun yang mengetahui siapa nama lelaki yang menyelamatkan Nia di…

Cerpen Ramadhan – Hari 28 – Hari Ini

Mungkin hari ini, kamu terganggu dengan tangisannya. Ketika ia haus atau lapar, ia menangis. Dan kamu harus menyuapinya makanan untuknya. Itupun terkadang tidak semuanya ia telan: beberapa jatuh terbuang, beberapa hanya dijadikan mainan, bahkan terkadang ia enggan membuka mulutnya. Mungkin hari ini, kamu terganggu dengan tangisannya. Ketika ia buang air, ia menangis. Dan kamu harus…

Cerpen Ramadhan – Hari 27 – Di Ujung Trotoar #4

Ini sudah ke-5 kalinya aku menelpon Yusuf malam ini, tapi tidak sekalipun ia mengangkatnya. Aku memang akan segera menikah, tapi entah mengapa dalam kondisi panik seperti ini, justru Yusuf lah orang yang ingin aku hubungi, bukan calon suamiku sendiri. Malam ini aku mendapat amanah sebagai dokter jaga. Dan kamu tahu, sebagai dokter jaga, kamu harus…

Cerpen Ramadhan – Hari 26 – Ada Yang Salah

Ada yang salah dengan bangsa ini. Ketika peneliti yang sedang mencoba menciptakan mobil sendiri, untuk mengharumkan nama negeri, penelitiannya gagal malah dibui. Sementara mereka yang wira-wiri di layar kaca, untuk merusak moral anak bangsa, malah dipuja dimana-mana. Ada yang salah dengan bangsa ini. Ketika keteladanan datang dari rakyat jelata, yang gajinya tidak seberapa, namun ketika…

Cerpen Ramadhan – Hari 25 – Kapan Nikah?

Aku bingung, mengapa banyak orang yang takut hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan “Kapan nikah?”. Ada yang menjawabnya dengan tersenyum. Ada yang menjawabnya dengan cengar-cengir. Ada yang memasang muka masam. Ada yang melarikan diri. Dan sebagainya. Yang jelas, mereka semua menjadikan pertanyaan itu sebagai sesuatu yang menakutkan, bukan sebagai suatu tantangan yang perlu ditaklukkan. Aku tidak…

Cerpen Ramadhan – Hari 24 – Larasati Zahra Khumaira

Dari tadi aku merasa ada yang memegang-megang kepalaku. Aku tidak tau itu siapa, tapi hal ini cukup untuk membuatku terbangun dari tidur panjangku. Tangan itu datang lagi. Tapi kali ini ia bisa menyentuh kepalaku lebih jauh. Dan kalau sebelumnya aku hanya merasakan ada 1 jari yang menyentuhku, sepertinya kali ini jumlahnya bertambah menjadi 2 jari….